<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102</id><updated>2011-04-22T03:13:50.347+07:00</updated><title type='text'>Keluarga Arif Anis Falih</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arifanis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-5902704555166823021</id><published>2008-12-16T13:00:00.004+07:00</published><updated>2008-12-16T13:36:03.793+07:00</updated><title type='text'>"Loper Berkarya, Rakyat Membaca"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SUdEe8i1p0I/AAAAAAAAAPA/1VhZGYqYVtk/s1600-h/Loper+Berkarya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SUdEe8i1p0I/AAAAAAAAAPA/1VhZGYqYVtk/s400/Loper+Berkarya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280264386554210114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jumat pagi di Stasiun Depok Lama,&lt;br /&gt;Nggak sengaja, pas lagi nunggu KRL di sebelah ada seorang loper koran dengan kaos bertuliskan "Loper Berkarya, Rakyat Membaca". Saya pikir ini adalah moment yang unik dan sayang sekali kalo nggak diabadikan dan terlewatkan begitu saja. Sayang, tulisan nggak seluruhnya terbaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, seorang loper koran mempunyai kontribusi yang besar terhadap pemenuhan kebutuhan kita akan informasi yang disajikan oleh berbagai media cetak. Walaupun kehadiran mereka kadang2 tidak kita hiraukan dan membuat kita kurang nyaman (bagi yg sering naik krl). Itu semua mereka lakukan demi untuk mencari makan dan menjalankan roda kehidupan yang terkadang sulit untuk dijalani...&lt;br /&gt;Terima kasih, untuk semua loper koran......&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-5902704555166823021?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/5902704555166823021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/5902704555166823021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2008/12/loper-berkarya-rakyat-membaca.html' title='&quot;Loper Berkarya, Rakyat Membaca&quot;'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SUdEe8i1p0I/AAAAAAAAAPA/1VhZGYqYVtk/s72-c/Loper+Berkarya.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-7402462971019435101</id><published>2008-12-03T09:05:00.002+07:00</published><updated>2008-12-03T09:18:00.613+07:00</updated><title type='text'>Don't Judge The Book by The Cover [ BAJU - BAJU YANG MENIPU ]</title><content type='html'>Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University. Mereka meminta janji. Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge."Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard", kata sang pria lembut."Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris cepat."Kami akan menunggu," jawab sang Wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya."Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,"katanya pada sang Pimpinan Harvard.Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menujupasangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini. bolehkan?" tanyanya,dengan mata yang menjeritkan harap.Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. "Nyonya," katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu,tempat ini sudah akan seperti kuburan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat,"Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard."Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, "Sebuah gedung! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan,"Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja ?" Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard. Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Dikutip dari banyak sumber di internet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-7402462971019435101?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/7402462971019435101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/7402462971019435101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2008/12/dont-judge-book-by-cover.html' title='Don&apos;t Judge The Book by The Cover [ BAJU - BAJU YANG MENIPU ]'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-2384175178669749628</id><published>2008-12-02T14:12:00.000+07:00</published><updated>2008-12-02T14:56:55.684+07:00</updated><title type='text'>Satu Renungan.....</title><content type='html'>Kabut fajar belum juga pergi &lt;br /&gt;Banyak orang sudah berbenah diri&lt;br /&gt;Mencari sesuap nasi&lt;br /&gt;Dari pagi hari sampai nggak sempat lihat matahari &lt;br /&gt;'Tuk penuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari &lt;br /&gt;Wahai penghuni muka bumi, janganlah lupa diri&lt;br /&gt;Ibadah jangan ditinggal pergi&lt;br /&gt;Perbanyak waktu sujud kepada Ilahi Rabbi&lt;br /&gt;Jangan lupa dunia tidaklah hakiki&lt;br /&gt;Hanya tempat kita antri mati&lt;br /&gt;Di akhir nanti.......&lt;br /&gt;Akhirat adalah tujuan pasti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Ayah Falih (Aseli..bukan jiplakan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-2384175178669749628?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/2384175178669749628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/2384175178669749628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2008/12/satu-renungan.html' title='Satu Renungan.....'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-6641226154468562347</id><published>2008-11-23T20:35:00.018+07:00</published><updated>2008-11-24T04:49:49.379+07:00</updated><title type='text'>Make Over Wajah dengan Adobe Photoshop CS3</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bunda ini tipe orang yang nggak suka dandan/make up wajah. Sehari-hari paling cuma pake bedak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Susahnya kalo lagi di foto close up, gambarnya jadi nggak kinclong...hehehe....&lt;br /&gt;Nah, kebetulan ketemu tutorial photoshop yang menjelaskan step by step cara me make over wajah di &lt;a href="http://ilmuphotoshop.com/"&gt;sini&lt;/a&gt;. Saya coba bereksperimen dengan foto sendiri, hasilnya bisa dibandingkan sebelum dan sesudah make over.&lt;table style="width: 370px; height: 250px;" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="250"&gt;&lt;!-- Row 1 --&gt;&lt;br /&gt;&lt;td style="text-align: center;" width="180"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264052284445681026" style="margin: 0px auto 1px; display: block; cursor: pointer; text-align: center; width: 180px; height: 250px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSleanfC8jI/AAAAAAAAAOg/3FRhiDQss5w/s320/Sebelum-make-over-1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;!-- Col 1 --&gt;&lt;br /&gt;&lt;td style="text-align: center;" width="0" height="0"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264052274878159186" style="margin: 0px auto 1px; display: block; width: 180px; cursor: pointer; height: 250px; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSleaqIhHjI/AAAAAAAAAOo/NO3GUWWJe1c/s320/Setelah-make-over-01.jpg" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;                 Sebelum                                          &amp;amp; Setelah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Berikut  adalah eksperimen ke-2, cuma foto yang asli noise nya cukup mengganngu jadi hasilnya jadi gak maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSnNIGb5QDI/AAAAAAAAAOw/0oTU4ngiWJc/s1600-h/Sebelum-make-over2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSnNIGb5QDI/AAAAAAAAAOw/0oTU4ngiWJc/s320/Sebelum-make-over2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271970377864134706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sebelum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSnNIedGQII/AAAAAAAAAO4/QDr9I6uNZa4/s1600-h/Make-over2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSnNIedGQII/AAAAAAAAAO4/QDr9I6uNZa4/s320/Make-over2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271970384311632002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Setelah&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang pengen mencoba, tutorial lengkapnya ada di &lt;a href="http://ilmuphotoshop.com/2008/09/19/cara-make-over-wajah-dengan-mudah/"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-6641226154468562347?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/6641226154468562347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/6641226154468562347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2008/11/make-over-wajah-dengan-adobe-photoshop.html' title='Make Over Wajah dengan Adobe Photoshop CS3'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSleanfC8jI/AAAAAAAAAOg/3FRhiDQss5w/s72-c/Sebelum-make-over-1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-7222709699134396897</id><published>2008-11-23T18:42:00.011+07:00</published><updated>2008-11-24T04:52:58.128+07:00</updated><title type='text'>Goes to Indocomtech 08</title><content type='html'>&lt;table style="width: 375px; height: 150px;" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="150"&gt;&lt;!-- Row 1 --&gt;&lt;br /&gt;&lt;td style="text-align: left;" width="180"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;!-- Col 1 --&gt;&lt;br /&gt;&lt;td style="text-align: center;" width="0" height="0"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264052274878159186" style="margin: 0px auto 1px; display: block; width: 320px; cursor: pointer; height: 232px; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSlEGHWYTqI/AAAAAAAAANY/4AsJqRuaQ68/s320/Nampang-di-IGS.jpg" border="0" /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264052284445681026" style="margin: 0px auto 1px; display: block; cursor: pointer; text-align: center; width: 320px; height: 219px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSlEGVBpB1I/AAAAAAAAANg/j_7EZl7PD-U/s320/Nampang-di-IGS-2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanggal 12-16 November kemarin, di JCC ada beberapa event yang diselenggarakan secara bersamaan yaitu Indocomtech, Indonesian Game Show dan Indonesian Book Fair 2008.&lt;br /&gt;Niat utamamanya bukan untuk belanja, tapi pengen hunting di IGS karena kebetulan &lt;a href="http://fotografer.net/"&gt;FN&lt;/a&gt; mengadakan event &lt;a href="http://www.fotografer.net/isi/forum/topik.php?id=3193975900&amp;amp;p=3"&gt;ini&lt;/a&gt; so kita iseng2 nyoba ikutan.&lt;br /&gt;Nggak banyak foto yang di dapet di arena IGS, karena pengunjung yang lumayan rame, jadi agak kurang nyaman jepret2 sana-sini.&lt;br /&gt;Ini adalah beberapa foto yang kita ikutkan dalam Lomba Foto Indonesian Game Show 2008. Alhamdulillah dapet kesempatan belajar dan dapat pengalaman baru lagi, meskipun gak dapet juara. Sadar banget foto2nya masih biasa banget dibandingkan dengan para jawara di event ini.&lt;br /&gt;Kalo diperhatikan, ada salah satu foto kita yang mengambil objek yang sama dengan yang  sama dengan juara 3, hanya karena beda waktu dan angle pengambilan gambar, akan sangat berpengaruh sekali terhadap hasil pengambilan gambar.&lt;br /&gt;Inilah yang perlu diasah terus, how thingking outside the box.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSlLGaS2NuI/AAAAAAAAAOA/kaQIZrcIV-4/s1600-h/Sadar-kamera.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 204px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSlLGaS2NuI/AAAAAAAAAOA/kaQIZrcIV-4/s320/Sadar-kamera.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271827412323546850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSlLFu2OlXI/AAAAAAAAANo/KJ82aaNMiTA/s1600-h/Dance-Jam.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 215px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSlLFu2OlXI/AAAAAAAAANo/KJ82aaNMiTA/s320/Dance-Jam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271827400660784498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSlLF11fCbI/AAAAAAAAANw/ivEs0vkBce0/s1600-h/Goes-to-Indocomtech-08-2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 204px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSlLF11fCbI/AAAAAAAAANw/ivEs0vkBce0/s320/Goes-to-Indocomtech-08-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271827402536716722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSlLGaoRoBI/AAAAAAAAAN4/P15XpyU8ADU/s1600-h/Live-music-di-panggung-utama-IGS-08.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 216px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSlLGaoRoBI/AAAAAAAAAN4/P15XpyU8ADU/s320/Live-music-di-panggung-utama-IGS-08.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271827412413423634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di arena Indocomtech sempet juga keliling dan ambil gambar di beberapa stand, salah satunya di stand-nya Olimpus ini yang memajang foto2 karya fotrografer ternama di negri ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSlRZ6rn4CI/AAAAAAAAAOI/2pc1WSgeZ7s/s1600-h/Goes-to-Indocomtech-08.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSlRZ6rn4CI/AAAAAAAAAOI/2pc1WSgeZ7s/s320/Goes-to-Indocomtech-08.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271834344504680482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Puter2 di Indocomtech, kita ketemu stand-nya &lt;a href="http://www.blinkmylaptop.com/"&gt;Blink!&lt;/a&gt; yang menyediakan berbagai aksesories/pelindung untuk laptop seperti keyboard protector, LCD protector, dan skin protektor,dll. Kebetulan udah lama nih nyari2 stiker skin protektor untuk notebook. Dari kemaren2 udah nyoba nyari2 di Ambasador tapi belum nemu gambar yang cocok. Di Blink! ini gambar stikernya sangat beragam sekali, mulai dari kartun, mobil, sampe kaligrafi pun ada. Sempet bingung juga milihnya, tapi akhirnya pilihan jatuh ke skin Ferrari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, inilah oleh-oleh dari Indocomtech 2008. Skin Ferrari baru, taaa...raaaaa.....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSlVBIfThbI/AAAAAAAAAOQ/NNzjsKHkySo/s1600-h/Skin+Ferrari+01.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 232px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSlVBIfThbI/AAAAAAAAAOQ/NNzjsKHkySo/s320/Skin+Ferrari+01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271838316760892850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSlVBsS6hZI/AAAAAAAAAOY/LCUd2EWol1A/s1600-h/Skin+Ferrari+02.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 242px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSlVBsS6hZI/AAAAAAAAAOY/LCUd2EWol1A/s320/Skin+Ferrari+02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271838326372599186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-7222709699134396897?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/7222709699134396897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/7222709699134396897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2008/11/goes-to-indocomtech-08-dan-skin.html' title='Goes to Indocomtech 08'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SSlEGHWYTqI/AAAAAAAAANY/4AsJqRuaQ68/s72-c/Nampang-di-IGS.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-7078068488734158358</id><published>2008-11-02T20:27:00.017+07:00</published><updated>2008-11-02T21:22:27.914+07:00</updated><title type='text'>Falih in Action</title><content type='html'>Posting kali ini cuma menampilkan foto-foto Falih aja yaa..., lagi males cerita2. Menampilkan Falih dalam berbagai macam gaya.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SQ2rqZ135YI/AAAAAAAAANI/3VmVPJ5-Ooc/s1600-h/Falih_Valentino-Rossi04.jpg"&gt;&lt;table style="width: 370px; height: 250px;" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="250"&gt;&lt;!-- Row 1 --&gt;&lt;br /&gt;&lt;td width="180"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264052284445681026" style="margin: 0px auto 10px; display: block; cursor: pointer; text-align: center; width: 180px; height: 250px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SQ2rqZ135YI/AAAAAAAAANI/3VmVPJ5-Ooc/s400/Falih_Valentino-Rossi04.jpg" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;!-- Col 1 --&gt;&lt;br /&gt;&lt;td style="text-align: center;" width="0" height="0"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264052274878159186" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 180px; cursor: pointer; height: 250px; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SQ2rp2MzGVI/AAAAAAAAANA/0NnVQL7iSe4/s400/Falih_Valentino-Rossi01.jpg" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Metal Men....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table style="width: 370px; height: 250px;" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="267"&gt;&lt;!-- Row 1 --&gt;&lt;br /&gt;&lt;td width="370"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SQ2uN8MhjBI/AAAAAAAAANQ/tvaCGluMUXs/s1600-h/Falih_Valentino-Rossi5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 250px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SQ2uN8MhjBI/AAAAAAAAANQ/tvaCGluMUXs/s400/Falih_Valentino-Rossi5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264055093986167826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Smile.....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-7078068488734158358?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/7078068488734158358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/7078068488734158358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2008/11/falih-in-action.html' title='Falih in Action'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SQ2rqZ135YI/AAAAAAAAANI/3VmVPJ5-Ooc/s72-c/Falih_Valentino-Rossi04.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-868653836784042922</id><published>2008-10-01T11:11:00.000+07:00</published><updated>2008-10-15T11:13:01.255+07:00</updated><title type='text'>Tidak Semua Orang Berhari Raya</title><content type='html'>&lt;h4 style="font-weight: normal;"&gt;Berhari raya bukanlah bagi orang yang berpakaian serbabaru. Namun, berhari raya adalah bagi orang yang taatnya bertambah. Demikian orang bijak pernah berpesan agar kita tidak salah dalam memaknai Idul Fitri yang tampaknya belum seluruhnya dipahami kita, umat Islam di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebaran memang tidak perlu berbaju baru, Lebaran memang tidak perlu punya makanan ini dan itu. Namun, tradisi di Tanah Air kita sudah telanjur membudaya bahwa Lebaran harus dihiasi dengan keceriaan, sukacita, dan baju baru apalagi buat anak kecil. Belum lagi hiruk-pikuknya suasana mudik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut begitu terasa sejak awal Ramadan. Toko-toko busana, mal, dan tempat-tempat perbelanjaan dari yang kelas emperan sampai yang megah dan mewah terlihat penuh dan sesak oleh mereka yang belanja. Tidak ada salahnya sih... semangat menyambut hari kemenanganlah yang membuat kita begitu gembira menyongsong hari raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak salah juga bila kita menyenangkan hati anak-anak, tapi semangat itu kalau bisa harus dibarengi dengan semangat berbagi. Bahwa kesukacitaan itu tidak boleh milik kita semata. Bahwa kegembiraan itu tidak boleh hanya kita yang merasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita buka mata dan hati kita.Ajaklah untuk melihat ke sekeliling kita, ternyata tidak semua orang berlebaran, tidak semua orang bersukacita, tidak semua anak kecil bergembira menyambut hari raya lantaran tidak ada yang bisa dimakan, tidak ada yang bisa dipakai, tidak ada yang bisa dibanggakan di hadapan teman sebaya, semua hari terasa sama bagi mereka, tidak ada yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena anak mereka yatim, karena ayahnya sakit keras, sementara ibunya hanya tukang kue keliling, karena penderitaan datang bertubi-tubi seakan tiada henti, karena alam tidak lagi bersahabat hingga menghancurkan harta benda mereka, melenyapkan senyum ceria mereka, menghapus harapan dan impian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat inilah Allah minta kita sudi berbagi, sebelum kehidupan disapa kematian. Sebagai bahan renungan, cobalah kita lihat kisah Rasulullah SAW pada saat Idul Fitri. Saat umat Islam di Madinah merayakan hari berbahagia tersebut dengan mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid, Rasulullah SAW terlambat datang memimpin salat sunah Idul Fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat bertanya-tanya ada apa gerangan yang menunda kedatangan beliau. Rupanya di perjalanan menuju masjid,beliau melihat ada seorang anak kecil yang sedang menangis terisak-isak. Padahal, teman-teman sebayanya bersukaria dengan berbusana serbabaru dan bagus-bagus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kau menangis sendirian wahai anakku, padahal hari ini kan hari bergembira," tanya Nabi SAW kepada bocah malang tersebut. "Bagaimana aku tidak menangis, mereka punya pakaian baru,punya uang jajan banyak,habis makan enak,sedangkan aku...,aku enggakpunya apa-apa,"jawab bocah itu polos tanpa menoleh sedikit pun orang yang menyapanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memangnya ayah-ibu kamu ke mana?" tanya Nabi ingin tahu penyebab kesedihannya. "Ayahku sudah meninggal, ibuku kawin lagi, dan harta kekayaan peninggalan almarhum ayahku sudah habis oleh ayah tiriku," kata anak itu dengan isak tangisnya yang kian menjadi-jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan anak itu,Nabi membelai kepala anak yatim tersebut dengan kasih sayang,menyapanya dengan lembut dan berkata, "Bagaimana seandainya Fatimah Az-Zahra jadi kakakmu,Ali bin Abi Thalib jadi abangmu, dan Hasan-Husein jadi saudaramu, sedangkan aku jadi ayahmu,apakah engkau mau?" Ucapan Rasul tersebut membuat sang bocah yang sedang terisak itu berhenti dari tangisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kaget, jangan-jangan yang sedang mengajaknya berbicara adalah Rasulullah. Dia baru sadar ketika menengok dan ternyata benar saja, manusia mulia yang sedang mengajaknya bicara adalah Rasulullah Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu saja saya mau banget dan senang sekali,ya Rasulullah..."seru anak itu gembira dan seketika isak tangisnya berubah menjadi senyum dan tawa kebahagiaan. Rasulullah langsung membimbing anak tersebut ke rumah beliau, lantas dimandikan, dipakaikan pakaian yang bagus sebagaimana pakaian yang digunakan cucunya,Hasan dan Husein serta diberikan uang jajan secukupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, anak tersebut bergabung dengan teman-teman sebayanya dengan wajah ceria dan senyuman kebahagiaan, sementara Rasulullah meneruskan perjalanan menuju masjid untuk mengimami salat Idul Fitri. Kisah Rasul memang penuh dengan kisah-kisah keteladanan dan kepedulian serta kasih sayang terhadap sesama, begitu juga dengan para sahabat beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana dengan kita? Akankah kita membiarkan saudara kita kelaparan saat perut kita kenyang dengan makanan serbaenak dan minuman beraneka warna? Akankah kita membiarkan saudara kita telanjang di pengungsian, di kolong-kolong jembatan dan lain-lain, sementara kita berbangga dengan baju buatan butik dan produk impor?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah kita biarkan mereka menangis saat kita tertawa bahagia? Tuhanlah pemilik semua rezeki, dan Dia sudi berbagi kepada kita. Masa kita tidak mau berbagi, sedangkan sejatinya tidak ada yang kita miliki? &lt;/h4&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-868653836784042922?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/868653836784042922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/868653836784042922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2008/10/tidak-semua-orang-berhari-raya.html' title='Tidak Semua Orang Berhari Raya'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-6134497635106007623</id><published>2008-09-26T09:57:00.000+07:00</published><updated>2008-09-26T10:00:21.935+07:00</updated><title type='text'>Berbahagialah Untuk Hidup Hari Ini</title><content type='html'>Agama diyakini sebagai obat paling manjur bagi krisis mentalitas dan kepribadian. Orang-orang rela melakukan perjalanan jauh yang melelahkan untuk mengunjungi tempat tersuruk di pegunungan dan pelosok dunia, demi mencari kedamaian, ketenangan, dan pelipur kehausan spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kebanyakan dari mereka hanya mendapatkan kelelahan fisik, marabahaya, dan biaya yang tak sedikit. Namun, tak jua menemukan obat penawar kedahagaan spiritual yang dicarinya.&lt;br /&gt;Dan, beruntunglah orang yang mengakui tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan-Nya. Allah memberikan kemudahan bagi setiap Muslim untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Karena, Allah memang tidak menghendaki kesukaran bagi hamba-Nya. ''Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (kebahagiaan dunia dan akhirat).'' (QS. Al-A'la [87]: 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan itu tidak diukur hanya dengan materi. Orang yang susah, mengidentikkan bahagia kalau punya rumah gedung, mobil mewah, makan yang enak-enak, dan gaji jutaan rupiah. Namun, tak sedikit orang yang bergelimangan harta mengeluh kepenatan batin, fisik ambruk sering keluar masuk rumah sakit, dan pikiran selalu didera masalah yang datang bertubi-tubi.&lt;br /&gt;Padahal, Nabi SAW tidak berlebihan mengidentifikasi standar kebahagiaan. ''Jika seseorang dapat tidur nyenyak, sehat badannya, dan ada makanan untuk satu hari, maka dia telah memiliki segalanya.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar adanya apa yang Rasulullah katakan. Terkadang pikiran dan cara pandang kita yang salah telah mengaburkan segalanya. Membuat kita terjebak dalam sikap pragmatis. Seperti tamsil yang mengatakan bahwa langit tampak lebih sejahtera dan mapan, sedangkan bumi miskin dan rendah. Padahal, di bumilah kaki kita berpijak. Di bumilah kehidupan kita berjalan. Syukurilah nikmat yang kita terima hari ini agar kita bisa mencicipi kebahagiaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-6134497635106007623?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/6134497635106007623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/6134497635106007623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2008/09/berbahagialah-untuk-hidup-hari-ini.html' title='Berbahagialah Untuk Hidup Hari Ini'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-1938057543193638332</id><published>2008-09-08T08:52:00.000+07:00</published><updated>2008-09-08T08:53:11.062+07:00</updated><title type='text'>Bekerjalah !!!</title><content type='html'>Seorang pria bernama Adam hari itu menjumpai kebuntuan. Kebuntuan jalan hidup demi menafkahi anak dan istrinya. Sudah 3 bulan lebih ia hidup tak berpenghasilan. Hampir setiap hari anak-anaknya menangis karena ingin minum susu, sementara istrinya suka menjerit histeris karena kalut dan panik akibat himpitan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam bukanlah orang yang gampang berpangku tangan, ia terus mencoba peruntungan hidup. Namun dunia modern yang selalu menilai manusia dari pengalaman pendidikan membuat dirinya yang hanya lulusan SMU selalu kalah terhempas oleh para pesaing pencari rezeki yang lebih ‘beruntung’ karena berpendidikan setingkat atau dua di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam tidak mengerti mengapa rezeki diukur dari hal sedemikian. Mengapa ia, istri dan anaknya harus menanggung beban hidup sedemikian. Hanya karena kesialan akademika, maka seluruh rencana hidup manusia sudah ditentukan oleh manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, Adam mencoba mencari nafkah Tuhan. Ia keluar rumah. Namun ia tak mengerti hendak pergi kemana, entah!! Ia berjalan dengan tatapan mata sayu. Tidak ada lagi sepeser rupiah pun di koceknya. Ia terpaksa keluar rumah. Sebab di rumah, hanya akan membuat kepalanya bertambah pening dan telinganya pekak akibat raungan dan jeritan isrti serta anaknya. Ia keluar rumah hari itu mencoba peruntungan nasib, setelah sebelumnya ia sempatkan berdoa sejenak dalam kedamaian hati kepada Allah Sang Maha Pemberi rezeki agar ia dicukupkan nafkah pada hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berjalan sambil menunduk. Tak ada daya baginya untuk menegakkan kepala sedikitpun. Dalam benaknya, ia terus berpikir hendak kemana ia pergi mencari nafkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang Allah Maha Pemurah!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berjalan menyusuri bumi yang telah Allah Ta’ala tundukan untuk manusia, maka matanya tertumpu pada sebuah koin kuno yang ia dapati tertanam di tanah dan tidak diindahkan oleh kebanyakan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam memungut koin tua tersebut. Ia dapati dalam koin tersebut angka 1954 yang menunjukkan tahun pembuatannya. Ia berpikir sejenak bahwa umur koin ini lebih tua dari dirinya sendiri yang belum genap 30 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah mendapat anugerah yang besar, Adam berjalan cepat menuju pasar. Sesampainya di sana, ia masuk ke sebuah bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ketidak-tahuannya, Adam berkata kepada salah seorang teller bank, “Mbak, saya mau jual koin kuno ini?” Adam mengeluarkan benda yang dimaksud dari kantong celana sebelah kanan, lalu ia sodorkan kepada teller bank tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang teller merasa aneh, kalau saja ia tidak melihat mimik kesungguhan orang yang mengeluarkan koin tersebut, pasti ia sudah meledakkan tawa seraya mengejek. Dengan lembut sang teller berkata, “Bapak…, di bank ini kami tidak memberikan pelayanan jual-beli mata uang kuno. Bila bapak hendak menjualnya, saya bisa tunjukan kepada bapak sebuah toko kolektor uang kuno yang ada di pasar ini, dan bapak dapat menukarkannya di sana…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan arah toko tersebut, Adam pun meninggalkan bank untuk pergi ke tempat yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Sang Maha Pengasih tidak akan pernah menyia-nyiakan usaha yang dilakukan para hamba-Nya!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Adam tiba di toko kolektor uang kuno. Setelah pembicaraan singkat, tanpa diduga sang pemilik toko menaksir uang kuno itu dengan harga Rp 30 ribu. Alangkah senang hati Adam! Ia sempat memuji Allah Swt yang begitu pemurah dan memberikan padanya uang sebanyak itu di saat mendesak seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan rahmat-Nya, Allah masih memberikan ilham pada Adam agar uang tersebut tidak habis dikonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berjalan menuju pulang, ia sempat melintasi sebuah pabrik kayu. Terbersit olehnya, untuk membeli potongan-potongan kayu bekas untuk dijadikan lemari buat di rumah. Lalu dengan uang yang ada ia coba berbicara kepada pemilik pabrik kayu itu untuk membeli beberapa potong kayu bekas. Tanpa disangka, Allah Swt masih menunjukan kemurahan-Nya. Dengan uang sejumlah sedemikian, ia dapatkan banyak potongan kayu lagi bagus kualitasnya. Pemilik pabrik berkata, “Ambillah sebanyak bapak suka… toh kayu-kayu yang bapak minta memang biasa kami buang sebagai limbah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayang dibenak Adam bahwa ia dapat membuat lemari bagi keluarganya dengan kayu-kayu tadi. Saat berjalan menuju pulang dengan senyum terkulum, Adam melintasi sebuah toko meubel. Tanpa ia tahu, rupanya pemilik toko meubel itu memperhatikan kayu-kayu yang dibawa Adam sejak dari kejauhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu melintas di mulut toko, sang pemilik menegur Adam, “Kayu-kayu itu mau dijual, pak...?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam menoleh ke arah sumber suara dan setelah berpikir sejenak ia katakan, “Tidak pak, kayu ini hendak saya jadikan lemari buat di rumah.” “Oh… kalau bapak mau lemari, tukarkan saja kayu-kayu tersebut dengan lemari yang saya jual! Tapi, bapak sendiri mau gak?” Adam mencoba melongok beberapa lemari yang ada dalam toko tersebut. Ia sedikit bergidik sambil bertanya dalam hati, “Mau ditukarkan dengan lemari yang mana?” Dengan menghela nafas agak dalam sedikit, Adam memberanikan diri untuk bertanya, “Memangnya bapak mau bayari berapa kayu-kayu saya ini?” Pemilik toko itu menukas, “Bagaimana kalau dengan seratus ribu, tapi saya bayar dengan lemari yang ada ya pak?” Mendengarnya Adam berdecak kagum. Ia bersyukur dalam hati, begitu pemurahnya Allah Tuhan Sang Maha Pemberi Rezeki. Ia tidak mengira bahwa kayu-kayu yang dibawanya ditaksir dengan harga Rp 100 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Adam memilih lemari yang ia suka. Sebuah lemari dua susun setinggi 1 meter! Karena tidak terlalu besar, ia pun membopong lemari tersesbut ke rumah. Ia bawa lemari seharga seratus ribu itu dengan perasaan senang. “Istriku pasti bahagia begitu melihat lemari ini!” gumamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga kelokan lagi Adam akan tiba di rumah, hanya berjarak 2 RT saja dari jalanan yang ia lewati. Saat menyusuri sebuah gang di perumahan padat penduduk, Adam yang sedang menggotong lemari mungilnya itu mendengar sapaan seorang wanita. Seorang ibu rumah tangga yang sedang menyapu teras rumahnya. “Pak, lemari itu mau dijual ya…?!” Glek…!! Adam menelan ludah. Ia berpikir, kejutan apalagi yang mau Allah Ta’ala berikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam berhenti sebentar, menoleh dan memutarkan wajah. Tanpa menurunkan lemari itu Adam balik bertanya, “Emangnya ibu suka dengan lemari ini?” “Iya tuh bang! Lemarinya bagus. Mau dijual berapa?” sang ibu menukas. “Dua ratus ribu mau gak?!” Adam mencoba berspekulasi dengan harga yang ia tawarkan. “Eih… kok bisa ya... ini mah murah... Iya deh saya beli!” Sang ibu kesenangan dengan harga yang ditawarkan Adam. Sementara ia sendiri merasa bingung karena sang ibu mengiyakan harga yang ia berikan tanpa tawar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Taruh di sudut situ ya, bang!” sang ibu menyuruh Adam. Usai meletakkan pada posisi yang dimaksud, Adam pun menerima uang yang disodorkan oleh ibu tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, Allah begitu pemurah! Adam tak henti-hentinya mensyukuri peruntungan nasib yang ia alami pada hari ini. Ia mencoba merenungi kejadian satu demi satu. Ia dapati bahwa ia memulai usaha dengan doa tulus dalam hati. Setelah itu, ia berniat mencari nafkah dan bekerja hari ini. Karena niat untuk bekerja menghidupi keluarga, maka Allah tolong dirinya mendapatkan uang kuno. Uang kuno tadi kemudian ia tukar seharga Rp 30 ribu. Uang yang ia dapatkan ia belikan kayu-kayu bekas. Kayu itupun ditaksir dengan lemari senilai Rp 100 ribu dan akhirnya malah lemari itu dibeli seorang ibu dengan harga Rp 200 ribu. Kini Adam membawa pulang Rp 200 ribu untuk keluarganya. Ia pulang dengan hasil jerih payahnya dan nikmat yang luar biasa dari Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam, agama yang hanif ini… mengajarkan kepada umatnya untuk tidak berpangku tangan. Bekerja dengan giat, sungguh-sungguh dan pantang menyerah. Bukan karena urusan rezeki umat diperintahkan untuk bekerja, sebab rezeki itu sudah ada ukurannya. Akan tetapi umat Islam diperintahkan untuk bekerja demi izzah (kemulian) diri dan agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asalkan bekerja meskipun badan kotor bersimbah lumpur sekalipun. Kulit tangan menjadi kasar dan kaki pecah, asalkan bekerja keras untuk menafkahi keluarga dan ikhlas lillahi ta’ala, maka Allah Swt akan memberikan kecintaan dan pahala yang besar baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu riwayat, Rasulullah Saw pernah mencium tangan Saad bin Muadz begitu melihat tangan Saad yang kasar karena bekerja keras. Beliau bersabda, “Inilah dua tangan yang dicintai Allah Ta’ala!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam amat menghargai seseorang yang bekerja. Bahkan Rasul Saw juga pernah bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Allah, jika seseorang di antara kamu membawa tali dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar, kemudian dipikul ke pasar untuk dijual, itu lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang lain, terkadang ia dapat atau terkadang ia ditolak. (HR. Bukhari &amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah agama ini mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa bekerja keras dan beramal sungguh-sungguh. Sebab karya nyata yang dilakukan oleh seorang muslim dengan sungguh-sungguh akan disaksikan oleh Allah, Rasul &amp; seluruh kaum mukminin. Karenanya Allah Swt berfirman dalam surat At Taubah: 105&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberikan-Nya kepada kamu apa yang kamu kerjakan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberkahi usaha yang kita jalankan dan pekerjaan yang kita lakukan di jalan-Nya. Amien. Selamat Bekerja!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-1938057543193638332?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/1938057543193638332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/1938057543193638332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2008/09/bekerjalah.html' title='Bekerjalah !!!'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-7025594856287207264</id><published>2008-09-03T09:13:00.000+07:00</published><updated>2008-09-08T09:14:34.927+07:00</updated><title type='text'>Menghargai Pemulung</title><content type='html'>Siapa yang mau menjadi pemulung? Tak banyak yang mengidamkan cita-cita itu. Sebab, sebagian besar beranggapan bekerja sebagai pemulung barang bekas dan sampah bukanlah pilihan, melainkan suatu 'keterpaksaan' hidup. Nasib kurang beruntunglah yang mengantarkan seseorang menjadi pemulung. Bagaimanapun, memulung adalah suatu pekerjaan, dan bekerja adalah ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bekerja, seseorang bisa melangsungkan eksistensi kehidupannya dan mencukupi keperluannya. Lebih dari itu, seseorang bisa tenang beribadah kepada Tuhannya manakala kebutuhannya terpenuhi. Suatu hari, saat Rasulullah SAW sedang duduk-duduk bersama para sahabat, lewat seorang lelaki pemulung berpakaian kumal. Mereka bertanya, ''Wahai Rasulullah, apakah yang semacam ini juga termasuk fi sabilillah (di jalan Allah)?''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi pun bersabda, ''Sekiranya dia melakukan hal ini demi menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Kalaupun dia melakukan hal ini demi menghidupi kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia pun di jalan Allah. Dan, jika dia melakukannya untuk dirinya sendiri demi menjaga kehormatannya agar tidak meminta-minta, maka dia juga di jalan Allah.'' (HR Ath-Thabarani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah! Begitu mengenanya sabda Nabi ini. Betapa banyak di antara kita yang sinis terhadap pemulung. Sampai-sampai di sejumlah kompleks perumahan elite tertulis papan pengumuman gagah: ''Pemulung Dilarang Masuk!'' Padahal, seperti sabda Rasulullah SAW, yang dilakukan pemulung adalah fi sabilillah, baik itu demi menghidupi anak-anaknya, orang tuanya, ataupun untuk dirinya sendiri agar tidak meminta-minta kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, sampah bukanlah harta yang bisa dibanggakan. Sampah adalah barang buangan. Bagi tuannya, sampah adalah barang tak berguna. Tiada yang mau menimbun sampah di dalam rumah kecuali orang malas lagi bodoh. Tidakkah kita berterima kasih, jika ada orang yang mau 'menelateni' sampah yang kita buang daripada membusuk di bak sampah? Pemulung sama sekali tidak merugikan masyarakat, bahkan ia justru membantu. Memulung adalah pekerjaan halal. Islam sangat memuliakan orang yang makan dari hasil keringatnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, ''Tidak ada makanan yang lebih baik yang dimakan seseorang daripada makanan yang didapat dari hasil kerjanya sendiri.'' (HR Al-Bukhari). Para pemulung, sejatinya, mengajak kita untuk merenung. Wallahu a'lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Sumber : Republika Online&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-7025594856287207264?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/7025594856287207264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/7025594856287207264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2008/09/menghargai-pemulung.html' title='Menghargai Pemulung'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-8518675110510787064</id><published>2008-09-01T09:00:00.000+07:00</published><updated>2008-09-08T08:59:37.768+07:00</updated><title type='text'>Menelan Gunung</title><content type='html'>Seorang kawan lama tiba-tiba datang ke rumah, pada sore yang berhias langit jernih. Mengenakan pakaian kausal dan bercelana pendek, senyum­nya masih selebar dulu. Yang berubah, body-nya tak seindah dulu lagi; lemak mengendap di balik lapisan kulit dan perutnya. Saya tidak bisa memastikan sebabnya. Mungkin karena kecintaannya pada kuliner yang memang dahsyat. Tapi barang­kali karena kemakmuran...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah larut dalam nostalgia yang bertabur tawa renyah, tiba tiba dia mengeluh, "Sobat, hidupku sudah tidak berguna lagi...”&lt;br /&gt;Saya tertegun. Kalau menyimak caranya berkelakar dan peningkatan signifikan pada taraf kemakmurannya, semua terlihat baik-baik saja. Tapi memang ada satu hal yang selalu ditakuti­nya. Jawabannya datang tidak lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku baru pulang dari Jogja, check up.”&lt;br /&gt;“Lho, bukannya rumah sakit di Jakarta lebih Ok?” ujar saya bingung.&lt;br /&gt;“Bukan check up di rumah sakit, tapi di angkringan,” jawab beliau pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkringan, adalah warung makan kelas ekonomi khas Jogjakarta. Bertebaran hampir di seluruh pinggir jalan, ujung gang, dan sudut-sudut gelap seantero kota budaya itu, angkringan menyajikan menu khas: ceker bakar dan nasi kucing. Disebut begitu karena materinya cuma sekepal nasi dengan lauk sambal teri, tumis tempe, atau bakmi goreng yang dibungkus daun pisang. Mirip menu buat si meong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih eksotis lagi jika sebungkus nasi kucing itu disantap dengan lauk ceker ayam potong yang dibacem. Sebelum menjadi lawan nasi, ceker bacem nan legit itu dibakar dulu di atas tungku arang. Bunyi gemeretak dan aroma lemak hangus yang menguar memang sangat mengundang selera.&lt;br /&gt;Kawan kita ini, dulu sewaktu masih menjadi reporter sebuah digest Islami, adalah pemuja angkringan. “Aku sudah berkeliling Nusantara dan selalu mencicipi makanan terbaik yang ada di setiap kota. Tapi ceker bakar angkringan Jogja tetap yang nomor satu!” Demikian ia memproklamasikan konklusi kulinernya. So? “Aku tidak bisa merasakan kelezatan ceker bakar seperti dulu lagi,” ia bergumam sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sebenarnya yang kita cari di dunia ini? Sejak lepas subuh hingga jelang maghrib (bahkan lebih banyak lagi yang membutuhkan waktu hingga jauh melewati isya) dalam barisan manakah kita berada? Alih-alih berada di barisan “para pencari Tuhan”, sebagian besar, bahkan hampir semua dari kita bergegap gempita dalam dalam barisan “para pencari dunia”. Saya tidak malu mengakui­nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari berlalu, dan kesibukan memburu rizki duniawi itu seolah tidak berjeda. Lalu apa yang kita dapat? Mari kita telisik lagi rekam jejak perjalanan hidup kita. Saya memastikan, di masa lalu kita begitu banyak hal-hal sepele yang mampu menghadirkan kebahagiaan tak terkira. Anda yang berasal dari dusun yang murni, masihkah bisa merasakan bahagianya berenang-renang di sungai yang airnya berkilau jernih? Ingatkah kita bahwa belajar naik sepeda dan menerbangkan layang-layang pada masa kecil dulu demikian berharga sehingga kalau mungkin, 24 jam kita habiskan saja untuk kesenangan yang bentuknya sangat sederhana itu. Bahkan, waktu itu saya mau menukar apa saja seluruh isi dunia ini dengan waktu berenang di kali, naik sepeda, dan menerbangkan layangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mari kita uji, apakah hal-hal “sepele” itu masih mampu membuat hati kita bahagia? Apakah perubahan karir, kedudukan, taraf ekonomi, pergaulan, dan semua yang dengan susah payah kita perjuangkan mati-matian ini bisa menghadirkan kebahagiaan serupa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat saya yang lain baru pulang dari penjelajahan singkat di Borneo. Dia bercerita dengan sangat geram tentang tentang eksploitasi alam yang “gila-gilaan” dan benar-benar menghancurkan keseimbangan alam. Apa yang diburu mahluk Allah yang cerdas ini dengan menghancurkan mahluk lain yang mestinya dikelolanya dengan bijak sebagai khalifatullah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat seorang preman yang biasa mangkal di kawasan Senen. Di dunianya yang keras, entah berapa kali peristiwa mengerikan menimpanya. Itu bukan omong kosong; dia akan dengan senang hati berkisah tentang sebab pitak-pitak di kepalanya yang permanen: “Dulu, waktu musim petrus (penembak misterius), aku ditangkap sekelompok orang bersenjata. Aku melawan, dan kepalaku dihujani bayonet. Jadinya ya pitak-pitak begini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Abang hebat ya…, belajar kesaktian di mana?”&lt;br /&gt;“Oh, Dik, Abang bukan sakti, Cuma beruntung saja tidak mati-mati. Tak usah belajar macam-macam pun, manusia seperti kita ini memang dibekali kesaktian yang tiada tandingan. Coba Adik pikir, jangankan sepiring nasi, bahkan gunung pun sanggup kita telan bukan?” ujar Sang Preman berfilsafat.&lt;br /&gt;Ucapan dia itu menjustifikasi sabda Rasulullah betapa keserakahan manusia nyaris tidak ada batasnya, “Seandainya anak Adam memiliki dua lembah yang dipenuhi harta kekayaan, dia pasti menginginkan lembah yang ketiga” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa tidak berbatas? Sebab keserakahan itu adiktif. Sedangkan ciri khas kecanduan adalah kebutuhan akan dosis yang lebih besar lagi, lagi, lagi... Kalau kita sudah terbiasa menyantap hutan, gunung, dan meminum samudera raya. Jangan harap bisa terpuaskan oleh sepotong cakar ayam dan segelas teh jahe hangat dalam suasana egaliter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, Tuhan kita mewajibkan ummatNya menjalani simulasi perang melawan keserakahan selama satu bulan penuh setiap tahun. Kita diwajibkan merasakan kembali kelaparan sepanjang hari dan betapa nikmat makanan paling sederhana kala berbuka puasa. Kita diingatkan pada kodrat kita dengan timbulnya gejala psikologis saat berpuasa yang saya namakan saja “sindrom menelan gunung”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita uji diri kita sendiri (dan tidak usah malu melakukan hal ini, karena hanya Anda dan Tuhan yang tahu). Di tengah sengatan terik mentari, didera lapar dan dahaga di tengah waktu berpuasa, bayangkan jenis dan berapa banyak makanan enak dan minuman menyegarkan yang menurut kata hati Anda sanggup kita telan? Cukupkah segelas teh hangat dan sebutir kurma memuaskan dahaga dan lapar kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, mari kita buka daftar belanja buka puasa kita, terutama di awal-awal Ramadan. Sebagai appetizer, biasanya ada kolak pisang dan pacar cina (yang ekonominya lebih mapan boleh memilih puding aneka rasa), dan masih banyak ragam penganan lainnya. Menu utamanya jangan sayur lodeh yang sudah biasa dong, karena ini bulan istimewa, aneka masakan istimewa pun tentunya ingin kita hidang. Desert-nya?  Aneka buah-buahan nampaknya menjadi pilihan ketimbang sekadar air putih yang sebelum ditelan dipakai kumur-kumur dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran kalau disinyalir bahwa memasuki bulan Ramadan ini, kesibukan di pasar lebih hebat ketimbang di masjid.&lt;br /&gt;So, walau belum ada penelitian sahih mengenai ini, tapi barangkali sesaknya meja makan dengan berbagai makanan dan minuman kala buka puasa di awal Ramadan karena ibu atau istri-istri kita juga terserang “sindrom menelan gunung” itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang terjadi begitu adzan maghrib berkumandang? Ternyata, segelas teh hangat (mungkin kolak pisang) dan dua tiga potong kurma lebih dari cukup untuk meringkas luasnya ruang imajiner dalam lambung akibat nafsu serakah kita. Sisa hidangan yang melimpah ruah pun mubadzir.&lt;br /&gt;Kita memang mahluk aneh. Disuruh belajar hidup sederhana, eh.., malah foya-foya. Diminta menikmati rasa lapar dan memperbanyak ibadah, malah balas dendam di meja makan dan lalai beribadah karena kekenyangan. Apa boleh buat, keserakahan memang tidak berbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kalau kita tidak mau menderita batin seperti kawan saya yang gelisah karena tidak lagi bisa mensyukuri nikmat Allah paling sederhana, belajarlah mengendalikan hawa nafsu kita.  Hati-hati lho.., kalau Anda terbiasa rehat sejenak di café, menikmati sajian espresso sambil ngutak atik PR di laptop, bisa-bisa kopi tubruk buatan istri jadi hambar rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda terpaksa atau sukarela mengimbangi limpahan rizki dengan gaya hidup yang juga semakin berbiaya tinggi, jangan-jangan Anda sedang mendevaluasi nilai kenikmatan yang diberikan Tuhan. Bukankah udara segar yang semestinya gratis kini harus Anda bayar mahal karena untuk memperolehnya mesti pergi ke Puncak di akhir pekan? Bukankah ongkos ke Dufan untuk memenuhi kebutuhan bermain anak-anak kita sebenarnya bisa kita tekan andai kita bisa mengajari mereka cara membuat dan menerbangkan layangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ketika kawan kita yang gundah gulana karena tidak bisa lagi merasakan nikmatnya ceker bakar di warung angkringan Yogyakarta pamit pulang, saya memberi advis sederhana, “Berpuasa­lah.” Marhaban yaa Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) M Anwar Sani, Direktur Eksekutif Al Azhar Peduli Ummat&lt;br /&gt;*) Artikel ini dikutip dari www.detik.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-8518675110510787064?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/8518675110510787064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/8518675110510787064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2008/09/menelan-gunung.html' title='Menelan Gunung'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-5981991182896995799</id><published>2008-08-09T21:44:00.006+07:00</published><updated>2008-08-09T22:41:09.517+07:00</updated><title type='text'>Liburan &amp; main layangan di Monas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu liburan sekolah bulan kemarin, selama 2 minggu Falih berada di Depok. Seminggu bunda cuti nemenin Falih dan Afif (keponakan bunda) di rumah, seminggunya lagi ditemenin akungnya (bapaknya Ayah) yang sengaja didatangkan dari Ponorogo. Utinya nggak bisa nemenin akung ke Depok, karena masih harus menyelesaikan urusan setelah pernikahan adiknya ayah tanggal 8 Juli kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dua minggu di Depok nggak sempat diajak ke mana-mana, paling cuma main ke mall (Detos &amp;amp; Margo City) atau jalan2 ke danau di deket rumah (masih dalam kompleks) atau nongkrong di depan gerbang masuk perumahan nonton krl lewat. Secara di Ponorogo kan nggak ada mall (kalaupun ada hanya mrpkn mall kecil2), nggak ada danau (ada juga danau Ngebel, yg jauh bgt dari rumah) dan nggak ada KRL (adanya di Madiun). Biasanya kalo liburan sekolah main ke Ancol (ke Dufan atau ke Seaworld atau main2 aja di pantai) atau main ke Kebun Binatang Ragunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini kayaknya bener2 nggak ada banyak waktu luang yang tersisa dan mau nggak mau harus milih tempat yg deket dan tidak makan banyak biaya. Karena semenjak naiknya harga BBM, ongkos2 jg tentu ikut2an naik pun ongkos tiket masuk ke berbagai tempat hiburan/mainan anak2 apalagi pas puncak liburan anak2 sekolah, harga tiket masuk jadi naik gila2an. Udah gitu kalo liburan begini pasti rame bgt pengunjungnya dan ujung2nya pasti akan berpengaruh sama kenyamanan kita semua. Sebenarnya bukan masalah sih bagi kami orang tuanya, tapi karena pertimbangan ada hal2 penting yang harus didahulukan dan pertimbangan kenyamanan anak2 dan jg orang tuanya, akhirnya diputuskan untuk ke Monas saja. Secara kalo di Monas Falih bisa main layangan. Kalo di Ponorogo tiap hari kerjaannya main layangan, dari mulai pulang sekolah sampe sore. Dan hasilnya terlihat di foto kulitnya jadi item gosong kena sinar matahari.....hihihi (kalo ini turunan dari siapa ya.....). Sempet ada alternatif jg seh ke Ragunan (kebun binatang) atau ke Bogor, cuma karena tahun kemarin udah ke Ragunan dan  kalo ke Bogor kayaknya masih buta bgt daerah/tempat2nya maupun jalur2 yg harus dilalui, akhirnya kedua alternatif tersebut dibatalkan alias gak jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ke Monasnya pas hari Minggu siang. Sengaja berangkat siang nyesuaiin dg jadwal KRL AC biar nggak kepanasan dan anak2 bisa main layangan di saat matahari sudah gak begitu terik. Dari pagi udah sibuk nyiapin perbekalan untuk ransum, walaupun cuma buat mi goreng, telur sama puding coklat plus buah jeruk tapi kalo makannya bareng2 lesehan sambil nggelar tiker di bawah pohon yg rindang ditemani angin semilir sepoi-sepoi, wuuiihhh nikmatnya tak terkira (walaupun lupa bawa piring dan sendok)....eh tapi beneran lho...coba sendiri deh kalo gak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seneng bgt ngelihat anak2 main layangan di Monas (padahal tiap hari di Ponorogo jg udah main layangan hehehe...), mungkin rasanya beda kali  ya bagi mereka, main layangan di Jakarta (Monas) dengan main layangan di Ponorogo. Bedanya kalu di Jakarta sebiji layangan harganya bisa mencapai 5.000 rupiah sedangkan kalo di Ponorogo sebiji layangan harganya cuma 500 perak, bayangkan 10x lipat ( ya iyaaa laaaahh....jangan bandingkan dong harga di kota dengan di kampung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah aksi Falih dan Afif yg lagi asik main layangan.....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SJ24AfDOaUI/AAAAAAAAAIs/V3pGACnu0uI/s1600-h/Monas01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SJ24AfDOaUI/AAAAAAAAAIs/V3pGACnu0uI/s400/Monas01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232540660548921666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SJ24AcNGyEI/AAAAAAAAAI0/frl1fhwGXz4/s1600-h/Monas02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SJ24AcNGyEI/AAAAAAAAAI0/frl1fhwGXz4/s400/Monas02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232540659785058370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SJ24AlNEskI/AAAAAAAAAI8/B-tuXOyNXBY/s1600-h/Monas03.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SJ24AlNEskI/AAAAAAAAAI8/B-tuXOyNXBY/s400/Monas03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232540662200840770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SJ24At4gkzI/AAAAAAAAAJE/cmfNlcB2QSs/s1600-h/Monas04.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SJ24At4gkzI/AAAAAAAAAJE/cmfNlcB2QSs/s400/Monas04.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232540664530506546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebenernya pengen jg naik ke atas, tapi berhubung ngeliat dari kejauhan antrian yang begitu panjang mengular (seperti terlihat dalam foto di bawah)diputuskan main2 layangan aja di lapangan. Yang penting semua seneng, Anak2 bisa enjoy main layangan sedangkan bunda tiduran aja ya di bawah pohon, karena banyak angin bawaannya jadi ngantuk....(hhhlooohhh...ini sebenernya mau liburan atau mau tiduran seeehhh.....hahaha).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SJ25l25vK0I/AAAAAAAAAJM/p3ah_XSlzIY/s1600-h/Monas05.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SJ25l25vK0I/AAAAAAAAAJM/p3ah_XSlzIY/s400/Monas05.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232542402118363970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-5981991182896995799?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/5981991182896995799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/5981991182896995799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2008/08/liburan-main-layangan-di-monas.html' title='Liburan &amp; main layangan di Monas'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-djpZRVwzFk/SJ24AfDOaUI/AAAAAAAAAIs/V3pGACnu0uI/s72-c/Monas01.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-7583210418074093937</id><published>2008-07-23T10:41:00.000+07:00</published><updated>2008-07-23T10:41:00.831+07:00</updated><title type='text'>Tentang wanita ( dari Sayyidina Ali K.W )</title><content type='html'>&lt;h3 class="entry-header"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;           &lt;div class="entry-body"&gt;&lt;style type="text/css"&gt;  &lt;!--   @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }   P { margin-bottom: 0.08in }  --&gt;  &lt;/style&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;Sesungguhnya  wanita (sanggup) menyembunyikan cinta selama empat puluh tahun,  namun dia tidak (sanggup) menyembunyikan kebencian walaupun hanya  sesaat.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;Sesungguhnya  Allah menciptakan wanita dari kelemahan dan aurat. Maka, obatilah  kelemahan mereka dengan diam, dan tutupilah aurat itu dengan  menempatkannya di rumah.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;Sebaik-baik  perangai wanita adalah seburuk-buruk perangai laki-­laki, yaitu:  angkuh, penakut, kikir.   &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;Jika wanita angkuh,  dia tidak akan memberi kuasa kepada nafsunya&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;Jika wanita itu  kikir, dia akan menjaga hartanya dan harta suaminya&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;Dan jika wanita itu  penakut, dia akan takut dari segala sesuatu yang menimpanya.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;Janganlah  kalian menikahi wanita karena kecantikannya, karena mungkin saja  kecantikannya akan membinasakannya.   &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;Dan jangan pula  kalian menikahi wanita karena hartanya, karena mungkin saja hartanya  akan menjadikannya bersikap sewenang-wenang.   &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;Akan tetapi,  nikahilah wanita itu karena agamanya. Sungguh, seorang budak wanita  hitam yang putus hidungnya, tetapi kuat agamanya, dia lebih utama.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;Aib yang  terdapat pada seorang wanita akan terus ada selamanya. Aib ini juga  akan menimpa anak-anaknya setelah menimpa ayah mereka.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;Kecemburuan  seorang wanita adalah kekufuran, sedangkan kecem­buruan seorang  laki-laki adalah keimanan.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-7583210418074093937?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/7583210418074093937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/7583210418074093937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2008/07/tentang-wanita-dari-sayyidina-ali-kw.html' title='Tentang wanita ( dari Sayyidina Ali K.W )'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-7277551917144340692</id><published>2008-07-04T09:38:00.002+07:00</published><updated>2008-07-04T10:25:26.250+07:00</updated><title type='text'>Great Sale, Irit atau Boros?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bertepatan dengan hari jadi Kota Jakarta, Pemerintah DKI Jakarta bekerja sama dengan pusat-pusat perbelanjaan di seluruh Ibu Kota menggelar acara Jakarta Great Sale. Pesta potongan harga berlangsung selama satu bulan penuhini dimulai sejak 27 Juni  dan berlangsung selama satu bulan penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak kuat iman, pasti deh sudah tergoda dengan angka-angka diskon dari 20% s.d. 70% yang terpampang di pusat-pusat perbelanjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ada artikel menarik yang diambil dari Kontan Minggu I, Juli 2008 yang ditulis oleh Eko Endarto (Perencana Keuaangan Biro Perencanaan Keuangan Safir Senduk &amp;amp; Rekan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Great Sale&lt;/span&gt;, Irit atau Boros?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Musim &lt;span style="font-style: italic;"&gt;great sale&lt;/span&gt; berarti musim harga murah. Untuk kalangan tertentu, ini adalah saat yang tepat untuk membeli barang. Yang dulunya tidak terjangkau, kini menjadi tejangkau. Sangat menggoda. Apalagi saat harga-harga barang terkerek seperti sekarang ini. Lantas, apakah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;great sale&lt;/span&gt; adalah sebuah kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbelanja, ada aturan baku yang biasa saya bagikan kepada beberapa teman maupun klien. Aturan itu biasa saya sebut dengan : bukan berapa, tapi apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, dalam berbelanja, harga memang menjadi salah satu alasan memutuskan membeli atau tidak suatu barang. Tapi, di atas semua itu, yang lebih penting adalah barang apa yang dibeli dibandingkan dengan berapa harga barang yang dibeli. Contohnya begini. Kita memang tidak dilarang sama sekali untuk membeli gaun di butik, apalagi sedang ada rabat hingga 70%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apakah gaun tersebut memang kita butuhkan? Membeli suatu barang dengan harga di bawah harga yang seharusnya adalah suatu tindakan benar. Tapi, dengan aturan ini bukan berarti kita boleh mengeluarkan uang untuk barang yang tak kita butuhkan. Nah, dengan batasan yang kita buat, seharusnya ada atau tidak ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;great sale&lt;/span&gt;, bukanlah alasan seseorang untuk memutuskan berbelanja atau tidak. Taruh kata, seseorang membeli barang dengan harga mahal dan tidak di saat great sale tapi dia membutuhkannya,  maka keputusan untuk membeli adalah hal bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan seseorang yang berbelanja hemat dan murah dengan diskon besar saat great sale, tapi ternyata barang itu tidak dibutuhkan. Nah, ini tidak bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Belanja Tepat saat hemat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permakluman belanja saat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;great sale&lt;/span&gt; adalah diskon besar ini tidak selalu terjadi. Benarkah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Great sale&lt;/span&gt; datang di musim tertentu saja. Misalnya, saat ulang tahun Kota Jakarta seperti saat ini, saat pergantian tahun, bahkan saat hari raya tiba. Di beberapa negara, atiran main &lt;span style="font-style: italic;"&gt;great sale&lt;/span&gt; juga sama. Diskon besar juga dilakukan pada saat atau musim tertentu Jadi, seharusnya saat itu bisa diperkirakan. Dengan adanya waktu yang khusus dan tetap, konsumen diuntungkan karena ada ruang untuk membuat perencanaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi dana, kita bisa menabung satu tahun penuh sebelum saat diskon tiba. dari sisi mental, kita sudah tahu dengan pasti barang apa yang harus dan sebaiknya dibeli. Nantinya, tak ada lagi acara berutang dan kalap mata lantaran sudah terencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;great sale&lt;/span&gt; memang saat yang tepat untuk berbelanja, tapi bukan saat yang tepat untuk memaksakan berbelanja. Berbelanja tepat bukan selalu berarti berbelanja hemat, apalagi sekedar murah. Berbelanja tepat adalah berbelanja sesuai dengan kebutuhan. Dan, lebih baik lagi berbelanja sesuai dengan kebutuhan tapi dengan harga hemat. Carilah itu saat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;great sale&lt;/span&gt;. Bagaimana menilai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;great sale&lt;/span&gt; itu: penghematan atau pemborosan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Belilah barang sesuai kebutuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang yang kita beli memiliki dua kemungkinan, yakni barang yang kita butuhkan atau tidak. Jika saat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;great sale&lt;/span&gt; barang yang kita beli dengan harga murah adalah barang yang benar-benar dibutuhkan, maka kita telah melakukan penghematan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Beli yang benar-benar diskon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tak mudah. Soalnya, penurunan harga bisa dilakukan dengan berbagai alasan. Untuk itu, ada baiknya kita mengetahui harga atau kualitas barang yang hendak kita beli. Beberapa barang dijual di bawah harga umum karena harga barang telah dinaikkan sebelumnya. Alasan lain, barang itu sudah tak lagi sesuai zamannya atau sudah habis masa edarnya atau mungkin karena cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila barang seperti itu yang Anda beli, maka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;great sale&lt;/span&gt; ini adalah pemborosan karena Anda tidak membeli barang yang murah harganya. Barang itu memang layak diturunkan harganya karena sudah lama atau cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Beli barang tapi tidak tambah beban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti berbelanja adalah mengeluarkan biaya dari dana yang kita miliki. Tapi, banyak orang memaksakan berbelanja karena diskon walaupun mereka tidak memiliki dananya. Caranya dengan berutang. Meski tak salah, tapi sebaiknya memasukkan belanja dalam pos biaya bukan beban. Artinya, kita menggunakan uang sendiri. Bukan beban karena menngunakan uang orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bila pembelanjaan dengan dana sendiri atau biaya adalah penghematan, tapi bila pembelanjaan dengan utang adalah pemborosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebelum memanfaatkan great sale periode ini, pertimbangkan masak2 ya......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-7277551917144340692?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/7277551917144340692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/7277551917144340692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2008/07/great-sale-irit-atau-boros.html' title='Great Sale, Irit atau Boros?'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-141295837983227312</id><published>2008-04-18T07:49:00.001+07:00</published><updated>2008-04-18T07:53:37.840+07:00</updated><title type='text'>P.r.a.s.a.n.g.k.a</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;''Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa.'' (QS Alhujuraat [49]: 12). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Secara etimologi, prasangka berarti pendapat (anggapan) yang kurang baik mengenai sesuatu sebelum mengetahui sendiri. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prasangka biasanya bersifat pradini, merusak, dan memihak serta mendorong ke arah tindakan gegabah&lt;/span&gt;. Berdasarkan pengertian tersebut, andai kita memperturutkannya, akan banyak keburukan yang ditimbulkan dari sifat ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berprasangka bukanlah sifat dari orang yang beriman&lt;/span&gt;. Apalagi, Allah sudah menegaskan sebagian dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;prasangka itu adalah dosa&lt;/span&gt;. Kondisi yang tidak nyaman dan saling mencurigai merupakan dampak dari prasangka. Ketidakharmonisan yang ditimbulkan akhirnya akan membawa perpecahan dan kehancuran. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Dan, itulah yang dikehendaki setan, musuh kita yang sesungguhnya. ''... dan kamu telah berprasangka dengan prasangka yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.'' (QS Alfath [48]: 12).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selain itu, hanya dengan bermodal prasangka, kita tidak akan pernah mencapai kebenaran dalam memutuskan suatu perkara atau menghukum seseorang&lt;/span&gt;. Rasulullah SAW bersabda, ''Jika engkau berprasangka kepada seseorang, jangan engkau menyidiknya berdasarkan prasangka itu.'' (HR Ath Tabrani). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sisi negatif lainnya dari sifat ini adalah menempatkannya pada kelompok orang-orang munafik.&lt;/span&gt; Alquran telah banyak membahas karakter orang-orang munafik dan sifat mereka yang selalu mengomentari dan mencibir orang-orang mukmin yang melakukan kebajikan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Seperti yang telah difirmankan dalam QS Ali Imran [3]: 167, ''Mereka berkata dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan, Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.'' &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Perhatikan orang-orang yang selalu berprasangka. Dalam kesehariannya, hati dan pikirannya tidak akan pernah tentram karena selalu dipenuhi dengan kecurigaan yang belum tentu benar adanya. Mereka hanya membuang waktu, pikiran, dan tenaga untuk suatu praduga yang belum pasti. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Orang-orang yang terhasut oleh prasangkanya akan membawa hal tersebut kepada orang lain, yang akhirnya akan membawa fitnah dan perpecahan&lt;/span&gt;. Tipe orang yang memiliki sifat seperti ini lama-kelamaan akan dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Maka, dengan banyaknya keburukan yang ditimbulkan oleh sifat ini, akankah kita selalu menyimpan prasangka?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-141295837983227312?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/141295837983227312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/141295837983227312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2008/04/prasangka.html' title='P.r.a.s.a.n.g.k.a'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-31357653296590503</id><published>2008-04-14T10:44:00.004+07:00</published><updated>2008-04-18T09:00:08.780+07:00</updated><title type='text'>About "white lies"</title><content type='html'>"White lies".....&lt;br /&gt;Pernahkah Anda melakukannya?&lt;br /&gt;Kalau ditanya setujukah Anda dengan "white lies" atau berbohong untuk kebaikan?&lt;br /&gt;Saya dengan tegas akan mengatakan "TIDAK!!!!"&lt;br /&gt;Saya beranggapan bahwa bohong dengan dalih apapun adalah termasuk dusta, dusta adalah usaha untuk menutupi kenyataan yang ada, dan dusta adalah termasuk ke dalam perbuatan yang dilarang dalam Islam.&lt;br /&gt;Saya akan lebih menghargai orang yang mengatakan sesuatu apa adanya, tanpa ada yang harus ditutup-tutupi, berbicara sesuai dengan kenyataan walaupun kadang atau bahkan sering kenyataan itu sangat2 menyakitkan. Karena itulah makna kejujuran yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal tersebut, saya tertarik sekali dengan artikel berikut yang saya copy paste dari sini :&lt;br /&gt;Lelaki berbohong, perempuan menangis…         &lt;br /&gt;Oleh RAJA YUSOFF ARIFFIN&lt;br /&gt;Jika kelemahan lelaki dan wanita begitu diambil kira, pastilah kedua-duanya tidak hidup berpasangan. Namun, sudah menjadi fitrah serta tuntutan hidup bahawa lelaki dan wanita saling memerlukan. Justeru, wujudlah percintaan dan perkahwinan. Perkahwinan yang sebenar serta bersih adalah antara lelaki dan wanita. Mustahil berlaku perkahwinan sesama lelaki atau sesama wanita. Hanya perkongsian hidup lelaki dan wanita saja yang menghasilkan zuriat untuk kelangsungan kewujudan manusia di dunia ini.  Satu perkara yang menarik mengenai perhubungan lelaki dan wanita dalam konteks suami-isteri, ialah lelaki selalu berbohong dan wanita sering menangis. Mengapa hal sedemikian terjadi? Menurut Pakar Runding &amp;amp; Kaunselor Profesional, Dr. Tajudin Ninggal, lelaki dan wanita memang selalu serta wajar berkomunikasi antara satu sama lain. Katanya, dalam berkomunikasi itu, ada beberapa perkara timbul. “Wanita bimbangkan masa depan sehinggalah dia bergelar isteri. Sedangkan lelaki tidak pernah bimbangkan masa depan sehinggalah dia bergelar suami,” katanya. Secara berseloroh, beliau berkata masalah wanita memang bermula daripada lelaki. Beliau menyebut beberapa perkataan dalam bahasa Inggeris yang mengandungi suku kata men, his dan guy yang berkaitan dengan masalah wanita. Sebagai contoh, menopause, mental illness dan menstrual pain, histerectomy dan guynaecologist. Beliau turut menyatakan satu hakikat dalam ungkapan yang menarik, iaitu wanita berbohong agar lelaki berasa selesa. Sementara lelaki berbohong agar dirinya kelihatan baik. “Lelaki berbohong untuk kebaikan dan mahu bergantung pada seseorang. Mereka mengambil alasan ini untuk menyelamatkan diri dan meredakan suasana,” jelas Dr. Tajudin. Tambahnya, wanita menangis untuk menyelesaikan tiga perkara, iaitu membersihkan mata, mengeluarkan kimia stres dari tubuh dan sebagai tanda bersedih akibat perasaan yang amat tersayat. Perhubungan yang baik antara lelaki dan wanita amat wajar diwujudkan. Jika tidak, hilanglah seri kehidupan ini. “Untuk mewujudkan perhubungan yang baik itu, lelaki dan wanita perlu berkomunikasi dalam dua bahasa, iaitu `bahasa lelaki’ dan `bahasa wanita’. Jika tidak, lelaki dan wanita akan terus saling menyalahkan,” tambah beliau. Ada beberapa perkara yang diperlukan lelaki dan wanita. Yang menariknya, jumlah perkara tersebut sama banyak, iaitu kedua-dua lelaki dan wanita memerlukan enam perkara. Lelaki memerlukan kepercayaan, persetujuan, penghargaan, kekaguman, keizinan dan galakan. Wanita pula memerlukan perhatian, persefahaman, hormat, kesetiaan, pengesahan dan keyakinan. Terdapat beberapa perkara yang kerap dilakukan wanita yang boleh menyebabkan lelaki berbohong serta merenggangkan perhubungan lelaki-wanita sebagai suami-isteri, iaitu berleter dan bertanya soalan remeh. “Lelaki memang tidak suka mendengar leteran dan soalan remeh. Semakin banyak dileteri dan ditanya, semakin dia tidak mempedulikan. Oleh kerana terus diasak dan bosan, dia pun berbohong untuk meredakan keadaan,” jelasnya. Selain itu, lelaki akan menganggap dirinya telah memberikan kepuasan penuh jika wanita tidak bertanya untuk meminta bantuan. Bagaimanapun, meminta bantuan perlu dilakukan dengan wajar. Jangan berselindung atau seperti mendesak. Wanita perlu meminta dengan berterus-terang, ringkas dan menggunakan perkataan seperti `Boleh tak?’. Seperkara lagi yang tidak boleh dinafikan ialah lelaki mampu menjadi penyelesai masalah. Ini kerana, otak lelaki berorientasikan penyelesaian, sedangkan otak wanita berorientasikan proses. Semoga kerjasama antara lelaki-perempuan ini dapat melahirkan sebuah hubungan yang harmonis seterusnya membentuk keluarga bahagia~~&lt;br /&gt;So, apa sih susahnya untuk berkata apa adanya, untuk berkata sejujur-jujurnya, untuk berkata sesuai kenyataan yang ada, tanpa harus menutup-nutupi kenyataan yang terjadi?&lt;br /&gt;How about you?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-31357653296590503?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/31357653296590503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/31357653296590503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2008/04/about-white-lies.html' title='About &quot;white lies&quot;'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-3735665438409191130</id><published>2008-03-27T12:02:00.005+07:00</published><updated>2008-03-27T12:20:28.216+07:00</updated><title type='text'>Ekspresi bocah....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-stJc-SzgI/AAAAAAAAAIM/YkXuz4g7qs4/s1600-h/Elfina4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-stJc-SzgI/AAAAAAAAAIM/YkXuz4g7qs4/s400/Elfina4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182285436639432194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kok ada foto bayi? Emang bunda punya bayi lagi????? nggaaaa...kk, bayi ini adalah anak dari adiknya bunda, dengan kata lain ponakannya bunda yang lahir bulan Januari 2008 yang lalu. Jadi kira2 sekarang uda 3 bulanan umurnya. Namanya : Elfina Cahya Farhanityo. Tapi nggak tau kenapa Falih suka manggil  Elfina Damayanti....hihihi. Falih emang bisaaaa ajaa....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dari kelima cucunya ibuku, si Elfina ini adalah satu2nya cucu perempuan di keluargaku. Jadi kehadiran cucu cewek sangat diharap-harapkan. Begitu juga dengan di keluarga suami adikku, kebetulan juga belum punya cucu perempuan. Semoga kalau besar nanti, nggak jadi tomboy ya karena sepupu2nya yang cowok2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semoga dengan kelahiran Elfina ini bisa menjadi pembuka jalan bagi lahirnya cucu2 cewek selanjutnya. Amiiinnn. (Yg berharap punya anak cewek).&lt;br /&gt;Bunda pengen banget majang foto2 Elfina di sini, seneng aja ngeliat ekspresi bayi yg lucu dan imut, apalagi bayi cewek. Duuuuhhh....lucunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-stI8-SzdI/AAAAAAAAAH0/EWVUfdQwDvI/s1600-h/Elfina2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-stI8-SzdI/AAAAAAAAAH0/EWVUfdQwDvI/s400/Elfina2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182285428049497554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-stJM-SzeI/AAAAAAAAAH8/QtKk0F8liOg/s1600-h/Elfina1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-stJM-SzeI/AAAAAAAAAH8/QtKk0F8liOg/s400/Elfina1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182285432344464866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;tertidur nyenyak dalam gendongan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-stJM-SzfI/AAAAAAAAAIE/9k1px__7Idg/s1600-h/Elfina3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-stJM-SzfI/AAAAAAAAAIE/9k1px__7Idg/s400/Elfina3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182285432344464882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;tidur dengan posisi terlentang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-3735665438409191130?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/3735665438409191130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/3735665438409191130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2008/03/ekspresi-bocah.html' title='Ekspresi bocah....'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-stJc-SzgI/AAAAAAAAAIM/YkXuz4g7qs4/s72-c/Elfina4.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-2320217815485210687</id><published>2008-03-27T10:10:00.006+07:00</published><updated>2008-03-27T12:29:31.919+07:00</updated><title type='text'>Pulang Kampung edisi 190308</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya, long weekend dari tanggal 20 sampai dengan tanggal 23 Maret kemarin kita manfaatkan untuk pulang ke Ponorogo, nengokin Falih (yang saat ini masih tinggal sama neneknya).&lt;br /&gt;Banyak hal2 yang sempat mengganggu kenyamanan saat dalam perjalanan, mulai dari mau berangkat sampai mau balik lagi ke Jakarta.&lt;br /&gt;Kita sebenarnya sudah merencanakan dari jauh2 hari masalah kepulangan kita ini, tapi kok ya teteee..p aja yang bermasalah. Mulai dari salah tanggal waktu pesen tiket kepulangan ke Jakarta yang seharusnya untuk tanggal 23 Maret yang kebeli malah tiket untuk tanggal 24 Maret. Terpaksa deh nuker tiket lagi dan harus kena charges tentunya....&lt;br /&gt;Untuk pulang kampung, kita biasa naik KA Bima. Cuma untuk menghindari PC (alias pulang cepat) dari kantor karena KA Bima berangkat dari Gambir jam 17.00, sedangkan di jam tersebut kita berdua baru bubaran dari kantor, ya kita pilih alternatif kereta yang berangkat malam dari Gambir dengan konsekwensi harus nyambung lagi dengan kereta ke stasiun tujuan akhir kita (stasiun Madiun).&lt;br /&gt;Ya, akhirnya kita pilih naik Argo Lawu yang berangkat dari Gambir pkl. 20.00 dengan tujuan akhir Solo Balapan. Setelah itu kita nyambung lagi dengan KA Sancaka dari Solo pkl. 08.30 dari Solo ke Madiun. Tiket Sancaka pun sudah sebulan sebelumnya dipesan. Lha kok ndilalah kok bermasalah lagi....&lt;br /&gt;Jadi kita sampe Solo pkl 04.30 pagi. Setelah bersih2, sholat dan istirahat sebentar, bingung mau ngapain secara Sancaka baru berangkat dari Solo pkl setengah sembilan. Akhirnya kita nego sama tukang becak untuk nganterin keliling Solo....hihihi, secara kita memang buta banget tentang kota Solo ini. Tukang becaknya nawarin, gmn kalo ke Serabi Solo Notosuman. Katanya sih nggak gitu jauh dari stasiun. Jadilah kita meluncur ke Notosuman.&lt;br /&gt;Di Notosuman ini, ternyata memang kompleknya penjual serabi solo kayaknya. Banyak penjual serabi di wilayah ini. Sempet bingung juga milih toko yang mana. Kita manut aja waktu si tukang bacek ngedrop kita di depan salah satu warung serabi solo dan akhirnya terbelilah 4 kotak serabi masing2 isi 10 biji. Mau tau harganya? 1.600 perak. Ya, dibandingkan dengan di Jakarta yang harganya bisa mencapai Rp 5.000,- harga serabi Notosuman bisa dibilang murah ya...Ya iya laaaah...jangan  bandingkan harga2 makanan di Jakarta dg daerah, pasti beda.&lt;br /&gt;Bedanya kalau serabi solo yang di Jakarta macem2 toppingnya, ada yg dg topping nangka, pisang, keju, coklat dll tapi serabi solo notosuman yang kita beli kemarin tanpa topping apapun alias polos. Tapi rasanya guriiih bgt. Pas sampe rumah, nggak sampe satu jam aja udah langsung ludes.....tak bersisa (tinggal kotak sama daun pisangnya aja). Nggak sampe 1/2 jam kita nungguin, serabi solo udah terbungkus.&lt;br /&gt;Serabi Solo Notosumannya nggak sempet kefoto, takut bikin ngiler yang ngeliatnya hihihhi....&lt;br /&gt;Kira2 menghabiskan waktu 1 jam bolak balik dari stasiun Solo Balapan-Notosuman dan Notosuman-Stasiun Solo Balapan plus nunggu pesenan. Kita udah mesen ke tukang becaknya untuk nungguin dan nganterin balik lagi ke stasiun dengan tips tambahan tentunya.&lt;br /&gt;Setelah oleh2 buat keluarga didapat, kita balik lagi ke stasiun. Sampe stasiun hampir jam 8. 1/2 jam lagi KA Sancaka datang. Kita ngerasa tenang2 aja, karena tiket udah di tangan. Waktu ngecek tiket sekali lagi, gubraaakkkk!!! Lha kok tiketnya untuk tgl 20 Februari 2008. Seharusnya untuk tgl 20 Maret. Sempet panik....mau nuker tiket udah gak mungkin secara beberapa menit lagi keretanya datang. Mau dibatalin, KA Sancaka selanjutnya baru ada lagi sore hari. Yah...akhirnya kita nekat naik aja. Kalau memang disuruh bayar di atas ya bayar aja....Siapa takut, asal nggak diturunin di tengah jalan aja.&lt;br /&gt;Dan akhirnya kita naik di kompartemen deket kereta makan. Banyak juga penumpang yg ada di situ, karena tempat duduk di gerbong bisnis memang sudah penuh. Untungnya perjalanan dari solo-madiun cuma 1,5 jam. Dan untungnya lagi selama perjalanan nggak ada pemeriksaan tiket. Sempet nggak tenang juga, sebentar2 lihat jam.....sebentar liat jam.....nggak sabar untuk segera tiba di stasiun Madiun. Bagi kita sih bukan masalah ya berdiri di kereta lebih dari 1 jam, sudah biasa bergelantungan di KRL Jkt-Depok, plus desek2an, hahaha......&lt;br /&gt;Akhirnya kita berdua sampe di Madiun dengan selamat sentosa.....dan meneruskan kembali perjalanan ke Ponorogo dan bertemu kembali dg keluarga.&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa gambar yang sempat terekam dalam kamera :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-sg68-SzcI/AAAAAAAAAHs/0nAejiouvQ8/s1600-h/Gambir190308.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-sg68-SzcI/AAAAAAAAAHs/0nAejiouvQ8/s400/Gambir190308.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182271993391795650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Antrian panjang di loket stasiun Gambir menjelang libur panjang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-scA8-SzXI/AAAAAAAAAHE/dxGKmkKP_6w/s1600-h/Solo-Balapan1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-scA8-SzXI/AAAAAAAAAHE/dxGKmkKP_6w/s400/Solo-Balapan1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182266598912871794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;KA Lodaya baru datang dari Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-scA8-SzYI/AAAAAAAAAHM/dn7sgAV2Puo/s1600-h/Solo-Balapan2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-scA8-SzYI/AAAAAAAAAHM/dn7sgAV2Puo/s400/Solo-Balapan2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182266598912871810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bongkar muatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-scBM-SzZI/AAAAAAAAAHU/ecMIXXjF2T0/s1600-h/Solo-Balapan3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-scBM-SzZI/AAAAAAAAAHU/ecMIXXjF2T0/s400/Solo-Balapan3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182266603207839122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;KA Lodaya mau parkir ke Dipo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-scBc-SzaI/AAAAAAAAAHc/YTNM3RifWKM/s1600-h/Solo-Balapan4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-scBc-SzaI/AAAAAAAAAHc/YTNM3RifWKM/s400/Solo-Balapan4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182266607502806434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-scBs-SzbI/AAAAAAAAAHk/Kn9k7BTftVw/s1600-h/Solo-Balapan5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-scBs-SzbI/AAAAAAAAAHk/Kn9k7BTftVw/s400/Solo-Balapan5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182266611797773746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;menunggu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Setelah beberapa hari berkumpul dg keluarga di Ponorogo, akhirnya tgl 23 Maret kita berdua harus balik lagi ke Jakarta. Kita naik KA Gajayana. Pengennya sebenarnya naik KA Bima karena berangkat lebih awal dari Madiun, tapi apa ngak kebagian tiket. Jadwal keberangkatan KA Gajayana dari Madiun kira2 pkl 20.15 sedangkan KA Bima pukul 19.45.&lt;br /&gt;Tiba2 dari pengeras suara diumumkan kalo KA Gajayana mengalami keterlambatan karena ada kerusakan teknis. Diperkirakan masuk stasiun madiun pkl 22.30. Huuuh....mangkel jadinya. Kalau terlambat 1/2 jam sih sudah biasa, lha ini terlambat kok sampe 2 jam lebih....&lt;br /&gt;Hallooooo.....PT KAI tolong dong diperbaiki pelayanannya........Kita sudah setia menggunakan jasa KA tapi kayaknya selama ini pelayanannya begitu2 saja, tidak ada perbaikan sama sekali. Yang kereta terlambat lah, gangguan lah......Cape deehhh....&lt;br /&gt;Akhirnya sampe kembali di Jakarta sekitar jam 9 pagi. Kita harus bergelut kembali dengan aktivitas/pekerjaan kita di kantor, harus bergelantungan &amp;amp; berdesak2an lagi di KRL....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah liku2 perjalanan kami dari pulang kampung hingga tiba kembali di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-2320217815485210687?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/2320217815485210687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/2320217815485210687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2008/03/pulang-kampung-edisi-190308.html' title='Pulang Kampung edisi 190308'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R-sg68-SzcI/AAAAAAAAAHs/0nAejiouvQ8/s72-c/Gambir190308.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-8511720424566721519</id><published>2008-03-14T08:05:00.003+07:00</published><updated>2008-03-14T08:31:13.916+07:00</updated><title type='text'>David Archuleta !!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R9nUWlo05kI/AAAAAAAAAG0/Xh87oEybPw0/s1600-h/David+archuletta.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R9nUWlo05kI/AAAAAAAAAG0/Xh87oEybPw0/s400/David+archuletta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177402731164657218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sejak dari awal, mulai dari babak penyisihan sampai masuk 12 besar hingga kemudian memasuki babak 11 besar tadi malem, penampilannya selalu kutunggu.....(halahh....)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin karena begitu imut dan kyuuute....hihihi&lt;br /&gt;Meskipun menjadi kontestan termuda, but you have great talent!&lt;br /&gt;Di babak 12 besar kemarin, David menjadi penampil terakhir.&lt;br /&gt;Walaupun penampilannya waktu itu tidak begitu spektakuler (menurutku....). Karena pemilihan lagunya yang agak nggak sesuai. Bahkan, di awal2 lagu sempet belibet (boso opo iku....) nyanyinya. David forgot the lyrics at the beginning of the song, but he still did good.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dan berdasarkan result semalem, David akkhirnya berhasil masuk Top 11&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;Congratulations David for making it to the Top 11!&lt;br /&gt;Get focus and prepare for next week, David!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R9nUXVo05lI/AAAAAAAAAG8/32lywgkU-XM/s1600-h/David+archuletta.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R9nUXVo05lI/AAAAAAAAAG8/32lywgkU-XM/s400/David+archuletta.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177402744049559122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Foto diambil dari : &lt;a href="http://www.davidarchuleta.org/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengen tahu lebih banyak tentang David Archuleta? See &lt;a href="http://www.david-archuleta.org/"&gt;this&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.david-archuleta.org/"&gt; &lt;/a&gt;and &lt;a href="http://david-a.fanfx.org/index01.php"&gt;this.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-8511720424566721519?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/8511720424566721519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/8511720424566721519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2008/03/david-archuleta.html' title='David Archuleta !!!'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R9nUWlo05kI/AAAAAAAAAG0/Xh87oEybPw0/s72-c/David+archuletta.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-7373140904464514006</id><published>2008-01-01T10:26:00.000+07:00</published><updated>2008-02-11T10:34:37.310+07:00</updated><title type='text'>Tom and Jerry lover</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R6_AkPqIA_I/AAAAAAAAAGs/HAnJpud4DBs/s1600-h/IMG_1192.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R6_AkPqIA_I/AAAAAAAAAGs/HAnJpud4DBs/s400/IMG_1192.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5165559026528289778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nggak bapak, nggak anak, dua-duanya sama-sama penyuka Tom &amp;amp; Jerry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-7373140904464514006?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/7373140904464514006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/7373140904464514006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2008/01/tom-and-jerry-lover.html' title='Tom and Jerry lover'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R6_AkPqIA_I/AAAAAAAAAGs/HAnJpud4DBs/s72-c/IMG_1192.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-1961813585502798647</id><published>2007-12-30T10:03:00.000+07:00</published><updated>2008-02-11T10:24:57.488+07:00</updated><title type='text'>Arsitektur Masjid Unik : Masjid Suronoto (Ponorogo)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R6-8OvqIA9I/AAAAAAAAAGc/EcWPzQmVnAA/s1600-h/IMG_1182.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R6-8OvqIA9I/AAAAAAAAAGc/EcWPzQmVnAA/s400/IMG_1182.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5165554259114591186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh-oleh dari pulang kampung pas liburan Idul Adha 1428 H kemarin.&lt;br /&gt;Masjid dengan arsitektur unik ini terletak di Kel. Tonatan Ponorogo (lupa di jl. apa), letaknya bersebelahan dengan pendopo Kel. Tonatan.&lt;br /&gt;Masjidnya nggak begitu besar, lebih cocok dibilang mushola ya kalau menurutku.&lt;br /&gt;Dilihat dari namanya : Masjid Suronoto ini mungkin diambil dari tokoh pendiri kel. Tonatan.&lt;br /&gt;Foto selengkapnya ada &lt;a href="http://www.flickr.com/photos/arif-anis/sets/72157602738445809/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R6-8O_qIA-I/AAAAAAAAAGk/qqq1Fb9_G0w/s1600-h/IMG_1186.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R6-8O_qIA-I/AAAAAAAAAGk/qqq1Fb9_G0w/s400/IMG_1186.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5165554263409558498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-1961813585502798647?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/1961813585502798647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/1961813585502798647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2007/12/arsitektur-masjid-unik-masjid-suronoto.html' title='Arsitektur Masjid Unik : Masjid Suronoto (Ponorogo)'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/R6-8OvqIA9I/AAAAAAAAAGc/EcWPzQmVnAA/s72-c/IMG_1182.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-774282549096218849</id><published>2007-11-07T13:37:00.000+07:00</published><updated>2007-11-07T13:51:13.944+07:00</updated><title type='text'>Pakis sikas (cycas rumphii)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RzFeNZn3V2I/AAAAAAAAADk/mq_2AMMafWs/s1600-h/Pakis+sikas.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129985034861107042" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RzFeNZn3V2I/AAAAAAAAADk/mq_2AMMafWs/s400/Pakis+sikas.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RzFeOpn3V3I/AAAAAAAAADs/gBHwehmzgmw/s1600-h/Daun+pakis.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129985056335943538" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RzFeOpn3V3I/AAAAAAAAADs/gBHwehmzgmw/s400/Daun+pakis.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah, ada pohon sikas (bahasa latinnya : cycas rumphii). Belum lama sih umurnya. Diimpor langsung dari Ponorogo ke Jakarta pas lebaran tahun 2006 yang lalu. Waktu itu, bawanya ke Jakarta masih dalam bentuk tunas. Sekarang udah mulai keluar daunnya. Walaupun cuma beberapa batang dan bentuknya kurang cantik alias mlungker2 gitu.&lt;br /&gt;Ceritanya tunas ini dikasih (minta ding....bukan dikasih) sama saudaranya ayah yang di Ponorogo sana, yang kebetulan beliau adalah seorang penyuluh pertanian di Dinas Pertanian Kab. Ponorog. kebetulan di rumahnya banyak sekali tumbuh subur macam-macam pohon, mulai dari palem, pakis, bunga-bungaan sampe buah-buahan. Namanya juga orang pertanian, pasti orangnya bertangan dingin dalam urusan tanaman.&lt;br /&gt;Pas sillaturrahmi lebaran tahun lalu ke rumahnya, kita dibawaiin tunasnya. Bawanya dari Ponorogo ke Jakarta penuh dengan perjuangan (cie..ciee...cieeee...bahasanya). Iya, soalnya kita berdua kan naik kereta, pas lebaran pula. Takutnya terjadi apa-apa sama si tunas pakis.&lt;br /&gt;Untung tidak terjadi apa-apa dengan si tunas pakis pas sampe di Jakarta. Pakis langsung kita tanem di pot. Sesuai dengan petunjuk sang penyuluh, kalau perbandingan antara tanah:kompos adalah 1:1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari berlalu, si tunas ini mulai keluar daunnya. Sempet khawatir juga karena dulu pernah daunnya tiba-tiba mengering semua. Dikiranya sudah mau mati tuh pakis. Tapi, kemudian daunnya bersemi kembali sampe sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RzFeO5n3V4I/AAAAAAAAAD0/G9HRIkzWidc/s1600-h/Pakis+sikas+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129985060630910850" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RzFeO5n3V4I/AAAAAAAAAD0/G9HRIkzWidc/s400/Pakis+sikas+2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan di tabloid Nova, pernah memuat artikel tentang pakis sikas ini. Dulu saya mengiranya tanaman ini termasuk dalam golongan tumbuhan palem lho.&lt;br /&gt;Saya copy paste artikelnya dari Nova online :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sikas&lt;br /&gt;TANAMAN KUNO YANG TETAP DIGEMARI&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Konon, ribuan tahun lalu, tanaman ini adalah kegemaran dinosaurus. Sampai sekarang tanaman sikas masih mudah ditemui, meski orang sering salah kaprah, dengan menyebutnya sebagai tanaman pakis, atau palem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pecinta tanaman pasti sudah tak asing lagi dengan tanaman Sikas. Selintas bentuknya mirip palem. Banyak tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Karena morfologinya yang mirip pakis, banyak juga yang menyebutnya pakis haji. Secara sepintas batang dan daunnya mirip palem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman ini termasuk famili &lt;em&gt;Cycadaceae&lt;/em&gt;, dan terdiri lebih dari 90-an spesies. Tanaman ini tergolong tanaman sangat kuno, karena telah ada sejak ribuan tahun lalu. Banyak jurnal ilmiah yang mengaitkan tanaman ini dengan jaman Jurrasic yang terjadi ratusan ribu tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum daun sikas berwarna hijau, bentuknya menyerupai bulu dan tumbuh mengarah ke luar dari batang. Panjang daun sangat bervariasi, tergantung dari jenis Sikas. Tingginya beragam. Untuk tanaman hobi biasanya tak lebih dari 3 meter. Selain bentuk Sikas yang umum, ada juga Sikas yang mengalami kelainan, seperti Sikas albino yang dimiliki NA Flona. "Yah sesuai namanya, daun sikas ini tidak berwarna hijau, melainkan albino," kata Santri dari NA Flona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Masih Mahal&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tak sulit untuk menanam Sikas, baik sebagai tanaman &lt;em&gt;indoor&lt;/em&gt; maupun &lt;em&gt;outdoor&lt;/em&gt;. Terutama jika media tanam yang digunakan adalah tanah merah. Hanya saja untuk mendapatkan tanah ini biasanya ada di pinggiran kota. "Boleh juga ditambahi pasir malang di bagian atas tanah, agar saat disiram tanahnya tidak becek dan mengotori pot," jelas Santri sambil mengatakan keindahan Sikas selain terletak di daun juga di bonggol. "Ya, seperti Adenium, Sikas juga diminati karena bonggolnya. Selain itu daunnya makin ke atas dan bentuknya beraturan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alasan kenapa orang menyukai Sikas karena daunnya teratur dan rapi. "Sikas bisa tumbuh besar, cuma dalam waktu yang agak lama. Bahkan lebih lama dari pohon rambutan." Sebagai gambaran, dalam sebulan Sikas hanya mengeluarkan daun sebesar jarum. "Setelah itu baru daunnya agak mekar. Makanya harganya mahal karena tumbuhnya agak lama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena lama berkembang tadi, untuk tanaman setinggi 30 cm saja perlu dua tahun untuk berkembang sampai memiliki bongol sekitar diameter 5 cm. "Semakin besar bonggolnya harganya pun semakin mahal. Dengan tinggi di bawah 1 meter harga mencapai Rp 250 ribu. Lebih dari itu, bisa sampai satu jutaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sikat Kutu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Meski sulit dibudidayakan, perawatan Sikas sangat gampang. "Kena panas atau hujan tidak berpengaruh, meskipun sebenarnya lebih suka panas. Hanya saja, daunnya sering terserang penyakit seperti kutu putih. Jangan dimusnahkan dengan air saja, tapi memerlukan obat tertentu pembasmi hama," jelas Santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sekalipun sembarangan memakai pestisida untuk membasmi hama, karena bisa merusak daunnya. "Biasanya karena tak sabar, tanaman yang kena kutu dianggap sudah mati dan dibuang. Harusnya dibersihkan dengan cara menyikat kutunya. Meski agak lama, tapi dijamin bakal keluar pucuknya lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyakan Sikas dilakukan dengan cara vegetatif dan biji. Tapi ada juga dari anakan yaitu dari tunas yang keluar dari samping batang. Agar tumbuh lebih baik, Santri menyarankan agar tidak menyiram Sikas setiap hari. "Cukup tiga kali dalam seminggu saja disiram."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;FAKTA SIKAS&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;- Cara memilih Sikas yang bagus, cari bonggol yang besar dan daun yang tidak begitu panjang.&lt;br /&gt;- Indonesia memiliki satu jenis Sikas asli Indonesia, yaitu &lt;em&gt;Cycas rumphii&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;- Selain cantik, hampir semua tanaman Sikas bermanfaat sebagai tanaman obat yaitu menyembuhkan berbagai penyakit. Mulai dari darah tinggi, TBC, dan sakit lambung.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RzFfHJn3V5I/AAAAAAAAAD8/9NK0jm8u2ms/s1600-h/32597-W200.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129986026998552466" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RzFfHJn3V5I/AAAAAAAAAD8/9NK0jm8u2ms/s400/32597-W200.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RzFfHZn3V6I/AAAAAAAAAEE/NJG2kWYq5CA/s1600-h/32598-W200.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129986031293519778" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RzFfHZn3V6I/AAAAAAAAAEE/NJG2kWYq5CA/s400/32598-W200.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RzFfHpn3V7I/AAAAAAAAAEM/JDnIogonTGw/s1600-h/32599-W200.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129986035588487090" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RzFfHpn3V7I/AAAAAAAAAEM/JDnIogonTGw/s400/32599-W200.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RzFfH5n3V8I/AAAAAAAAAEU/ZPnCXtS2k9o/s1600-h/32600-W200.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129986039883454402" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RzFfH5n3V8I/AAAAAAAAAEU/ZPnCXtS2k9o/s400/32600-W200.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koleksi: NA Flona, Karang Mulya Rt 02/Rt 03, Karang Tengah, Ciledug, Tangerang (021 7336770).&lt;br /&gt;Dimuat di Tabloid Nova edisi No. 1072 Tahun XVIII&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-774282549096218849?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/774282549096218849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/774282549096218849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2007/11/pakis-sikas-cycas-rumphii.html' title='Pakis sikas (cycas rumphii)'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RzFeNZn3V2I/AAAAAAAAADk/mq_2AMMafWs/s72-c/Pakis+sikas.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-5578739661176333155</id><published>2007-10-23T10:07:00.001+07:00</published><updated>2007-10-23T10:17:45.366+07:00</updated><title type='text'>Foto Falih - Idul Fitri 1428 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rx1nmQaEHEI/AAAAAAAAADc/BacQbGL_RKc/s1600-h/Falih--Lebaran-1428-H.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rx1nmQaEHEI/AAAAAAAAADc/BacQbGL_RKc/s400/Falih--Lebaran-1428-H.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124365857954470978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-5578739661176333155?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/5578739661176333155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/5578739661176333155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2007/10/foto-falih-idul-fitri-1428-h.html' title='Foto Falih - Idul Fitri 1428 H'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rx1nmQaEHEI/AAAAAAAAADc/BacQbGL_RKc/s72-c/Falih--Lebaran-1428-H.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-6050707427247584644</id><published>2007-10-23T09:04:00.000+07:00</published><updated>2007-10-23T09:10:54.763+07:00</updated><title type='text'>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rx1X9waEHCI/AAAAAAAAADM/yCsb-zpnLs8/s1600-h/Ucapan+Idul+Fitri+1428+H.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rx1X9waEHCI/AAAAAAAAADM/yCsb-zpnLs8/s400/Ucapan+Idul+Fitri+1428+H.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124348669495352354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-6050707427247584644?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/6050707427247584644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/6050707427247584644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2007/10/selamat-hari-raya-idul-fitri-1428-h.html' title='Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rx1X9waEHCI/AAAAAAAAADM/yCsb-zpnLs8/s72-c/Ucapan+Idul+Fitri+1428+H.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-4065966220503314510</id><published>2007-10-04T11:32:00.000+07:00</published><updated>2007-10-04T15:29:47.024+07:00</updated><title type='text'>Bule Nyemplung (di Monas)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RwSkEQaEHBI/AAAAAAAAADE/P4Cm3oGu2mQ/s1600-h/Bule-Nyemplung.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RwSkEQaEHBI/AAAAAAAAADE/P4Cm3oGu2mQ/s400/Bule-Nyemplung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117395469630446610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 1 Oktober ini, seperti biasa bangsa kita memperingati hari kesaktian Pancasila. Yang terkait dengan peringatan ini adalah (tentu kita semua pernah menyaksikannya di film yang biasa di putar setiap tanggal 30 September, yang sekarang kayaknya tidak lagi diputar di TV) tentang penangkapan dan pembantaian para Jendral yang kemudian jenazahnya dimasukkan ke dalam lubang buaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, cerita berikut ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan peristiwa di atas, Cuma peristiwanya kok ya bertepatan dengan tanggal 30 September. Sebenarnya da kaitannya sih…, kalau cerita di atas tentang lubang buaya, nah kalau cerita berikut adalah tentang lubang got (tepatnya lubang got di Monas yang kemarin membawa korban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya, Sabtu kemarin ayah dan bunda mau nyoba belajar poto2 di sekitaran Monas. Dari Depok naik kereta jam 06.30, turun di Gambir. Nyampe di Monas, kebetulan kita masuk melalui gerbang yang berdekatan dengan stasiun gambir. Pas di gerbang itu kita barengan dua orang bule cewek+cowok, yang dari ngomongnya sih kayaknya orang Prancis. Kedua orang itu menenteng kamera masing-masing, sibuk moto2 sendiri2. Kebetulan di sebelah kanan jalan masuk, ada beberapa pohon yang bunganya tampak begitu menarik. Si bule cewek itu kelihatannya sangat tertarik dengan bunga2 itu, mungkin karena di negaranya sana nggak ada ya bunga seperti itu. Si bule cewek pun beberapa saat kemudian tenggelam dalam keasikan memotret bunga-bunga itu, sedangkan si bule cowok asik sendiri dengan kameranya dan sudah lumayan jauh jaraknya dari si bule cewek tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sendiri pun lagi asik ngambil obyek foto dan jarak kita nggak jauh dari si bule cewek tadi, tiba-tiba dari arah sebelah kanan ada suara yang mengejutakan. “Gubrak!”. Ternyata oh ternyata….si bule cewek tadi jatuh kecemplung got. Kebetulan di bawah pohon (Kamboja kalau gak salah) itu ada lubang got (yang gotnya lumayan dalemnya) yang tidak ditutup. Dari jauh lubang itu gak kelihatan sama sekali. Kalau mata nggak awas, bisa2 kecemplung juga deh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kejadian itu, kita berdua langsung berlari ke arah lubang itu. Si mbak bule itu sudah glagepan (udah minum air got kali ya dia…..hooooeeekk!). Kebetulan yang deket dengan kejadian perkara waktu itu ya cuma kita berdua. Dengan sekuat tenaga kita coba menarik tangan si mbak bule out, tapi kok ya beratnya minta ampun. Untung ada satpam di dekat situ yang bisa kita mintain tolong,  jadilah ayah sama satpam itu mengentaskan si mbak bule itu dari kubangan. Pas udah berhasil dientaskan (he.. he.. he..), si mbak bule itu tubuhnya kelihatan kotor banget…dari ujung rambut sampai ujung kaki. Bau pula, maklumlah, namanya juga kecemplung got. Rupanya, kamera si mbak itu terlepas dari genggamannya pas jatuh dan tertinggal di dalam got itu. Jadilah orang-orang pada  ngrumpul di situ, berusaha mengambil kamera si mabk bule itu. Dan untungnya kameranya berhasil diambil. Sebenernya, ada niatan untuk ngambil gambar mbak bule itu, tapi kok ya nggak tega. Kasihan….Lagian tangan juga kotor, bau comberan gara2 narik si mbak bule itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apes tenan nasibmu mbak bule….mbak bule… Habis itu, mereka berdua nyari toilet di deket stasiun gambir, kayaknya mereka gak jadi poto2. Gimana mau foto2, rupane si cewek bule itu udah gak genah ngono…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran juga untuk Dinas PU atau Dinas Pertamanan atau siapa pun yang ngurus taman di sekitar Monas itu, tolong segera ditutup lubang itu, agar tidak jatuh korban berikutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-4065966220503314510?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/4065966220503314510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/4065966220503314510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2007/10/di-monas-pun-ada-lubang-buaya.html' title='Bule Nyemplung (di Monas)'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RwSkEQaEHBI/AAAAAAAAADE/P4Cm3oGu2mQ/s72-c/Bule-Nyemplung.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-5729252674926722963</id><published>2007-10-04T11:29:00.000+07:00</published><updated>2007-10-04T11:32:27.842+07:00</updated><title type='text'>Cuti Bersama vs Perampasan Hak Cuti Tahunan</title><content type='html'>Dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2007, Nomor Kep.326/MEN/X/2007 dan Nomor SKB/10/M.PAN/10/2007 tanggal 1 Oktober 2007 tentang Perubahan Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor 481 Tahun 2006, Nomor KEP.281/MEN/VII/2006 dan Nomor SKB/03/M.PAN/7/2006 tanggal 24 Juli 2006 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2007, mau nggak mau harus mengubah planning buat mudik yang telah disusun jauh-jauh hari sebelumnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam SKB tiga menteri terdahulu disebutkan bahwa cuti bersama untuk dalam rangka idul fitri 1 Syawal 1428 H adalah selama 3 hari (tgl 12, 15 dan 16 Oktober). Sedangkan cuti bersama untuk hari raya Idul Adha dan hari natal adalah selama 2 hari yaitu tanggal 21 dan 24 Desember 2007.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah ada perubahan dengan SKB 3 menteri yang dikeluarkan tanggal 1 Oktober  2007 tersebut, cuti bersama Tahun 2007 sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1428 H menjadi 6 hari (tgl 12, 15 s.d. 19 Okober 2007), Cuti bersama sesudah Hari Raya Idul Adha dan sebelum hari Natal menjadi 3 hari (tgl 21,24, dan 26 Desember 2007), dan cuti bersama sebelum akhir tahun 2007 selama 1 hari (tgl 31 Desember 2007).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mungkin, bagi sebagian orang, dengan perubahan SKB tersebut dianggap menguntungkan karena libur manjadi bertambah. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi saya pribadi khususnya. Bagi saya yang setiap lebaran selalu mudik ke kampung halaman, tentu untuk urusan mudik ini harus merencanakan jauh-jauh hari sebelumnya, dalam kaitannya dengan usaha mencari tiket kereta baik PP (untuk pulang maupun tiket perjalanan sekembalinya dari kampung halaman).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk mencari tiket kereta api, khususnya untuk lebaran bukanlah suatu perkara yang mudah. Meskipun tiket sudah bisa dipesan 30 hari sebelum keberangkatan, tetap aja banyak terjadi praktek-praktek curang yang sangat merugikan calon pengguna jasa kereta api. Mulai dari ulah para calo maupun ulah “orang-orang dalam” PT KAI sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seperti pengalaman tahun ini, kami merencanakan mudik ke kampung tanggal 10 Oktober 2007. Sesuai aturan pemesanan tiket untuk keberangkatan tgl 10 Oktober 2007, loket dibuka tgl 10 September 2007. Namun untuk mendapatkan tiket nggak segampang apa yang dibayangkan orang. Suami sampe harus ngantri malam hari sebelumnya, nginep, tidur beralaskan koran di stasiun gambir, dalam rangka mendapatkan antrian barisan depan. Untunglah tiket berhasil didapatkan. Ada  memang beberapa orang yang gagal mendapatkan tiket, meskpun ia termasuk dalam barisan depan dalam antrian, dan sudah mengantri semalaman, namun tetap saja tiket diumumkan sudah terjual habis, tidak ada kursi yang tersisa walaupun loket baru dibuka beberapa menit saja. Sungguh ironis sekali…..Walaupun ada alterntif lain, tentu alternatif yang dipilih bisa saja memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk balik ke Jakarta, kami merencanakan berangkat  tgl 16 Oktober 2007, dengan mengacu pada ketentuan yang mengharuskan bahwa tgl 17 Oktober 2007 sudah harus kembali masuk kantor.  Kembali kami harus berjuang untuk mendapatkan tiket balik. Berangkat jam 3 pagi dari rumah menuju stasiun gambir, sampai di stasiun sudah tampak antrian panjang. Beruntung masih mendapat barisan kedua karena ada loket  yang baru dibuka pagi harinya (semula hanya 3 loket). Namun apa daya ketika tiba antriannya, tiket yang rencananya akan dibeli (KA Bima) dinyatakan sudah habis terjual. Aneh sekali…..padahal baru detik saja loket dibuka. Hal inilah yang sangat sulit diterima oleh akal. Bagaimana bisa gitu lho……Namun beruntung kami masih bisa mendapatkan alternatif KA lainnya (KA Gajayana) meskipun untuk itu harus merogoh kantong lebih dalam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika tiket untuk PP mudik sudah ada di genggaman, kami merasa sudah aman, no problem…. Tapi kok tiba-tiba keluar SKB tiga menteri yang merevisi kebijakan sebelumnya tentang cuti bersama. Pada kalang kabutlah semua, karena liburan menjadi diperpanjang. Banyak yang kemudian menjual tiketnya kembali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kami sudah merencanakan dari jauh2 hari sebelumnya untuk pulang kampung tgl 10 Oktober dengan pertimbangan bahwa lebaran tahun ini bisa saja berbeda, bisa tanggal 12 atau 13 Oktober. Makanya saya sudah merencanakan sebelumnya, bahwa saya mau nambah cuti 3 hari ( tgl 11-11 dan tgl 16 Oktober) -catat : cuti dengan seijin atasan, bukan mangkir-. Kebetulan sisa cuti tahunan saya untuk tahun ini masih tersisa 5 hari. Dengan adanya cuti bersama sisa jatah cuti saya yang dieman-eman dari dulu langsung habis. Namun apalah daya, rencana tinggal rencana. Jatah cuti saya jadi habis, hak cuti saya dirampas dengan dikeluarkannya SKB tiga menteri tersebut (karena kebijakan bahwa cuti bersama tetap mengurangi hak cuti tahunan pegawai).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan dalih untuk mengurangi banyaknya pegawai (khususnya PNS) yang mangkir setelah lebaran, dibuatlah revisi SKB 3 menteri yang memperpanjang libur lebaran. Para pembuat kebijakan itu mungkin hanya memikirkan pegawai di bawah departemen mereka masing-masing, tanpa melihat pegawai di departemen lainnya. Bagi PNS  yang masih suka mangkir kerja karena merasa kurang hari liburnya, juga bagi PNS yang dateng jam 10 pulang jam 12, revisi SKB tersebut mungkin membuat mereka jingkrak-jingkrak kegirangan. Ada juga departemen yang memberlakukan aturan bahwa cuti bersama tersebut tidak mengurangi jatah cuti bersama. Bagaimana bisa…..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagi saya, seorang PNS yang bekerja di suatu instansi pemerintah di bawah suatu departemen, yang sudah menerapkan sistem administrasi modern, bekerja di bagian yang mengedepankan pada pelayanan, hal tersebut tentu bertentangan dengan komitmen yang selama ini dipegang. Para pembuat kebijakan itu tidak menganggap bahwa masih banyak PNS yang memiliki integritas yang tinggi. Mereka hanya mengakomodasi para pemalas!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan banyak libur, tentu kegiatan pelayanan akan terganggu. Bagi para pembuat kebijakan itu, dengan banyaknya libur, dianggap akan meningkatkan efektifitas. Bagaimana kegiatan perekonomian bisa efektif, kalau bank-bank, kantor-kantor banyak yang tutup, tidak ada kegiatan apapun di bursa efek, pabrik-pabrik banyak yang tidak beroperasi.  Menurut pendapat saya pribadi, libur panjang ini hanya proses pemborosan dan pemiskinan saja. Bagaimana tidak, dengan banyaknya libur, warga masyarakat akan cenderung konsumtif dan menghambur-hamburkan uang. Bagi oarnag yang banyak duit sih nggak masalah ya, tapi bagaimana dengan mereka yang berekonomi pas-pasan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Belum lagi kebijakan yang dikeluarkan secara mendadak. Tentu akan merubah total rencana perjalanan mudik (bagi yang menggunakan kendaraan umum) yang telah disusun jauh hari sebelumnya. Untuk mendapatkan tiket mudik di hari-hari menjelang lebaran begini, tentu bukanlah perkara yang mudah. Kalaupun dapat, tentu dengan biaya yang sangat mahal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya sangat tidak memahami apa yang ada di otak para pembuat kebijakan itu. Mereka sepertinya hanya mementingkan keuntungan golongan mereka sendiri, tanpa memikirkan bagaimana susah dan ribetnya golongan masyarakat lainnya akibat kebijakan yang telah mereka buat, dengan dalih-dalih yang nggak masuk di akal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam hal ini, saya memang nggak bisa berbuat banyak ya. Karena saya sendiri hanya bawahan yang menjalankan apa yang diperintahkan atasan. Saya hanya bisa berharap agar para pembuat kebijakan itu memikirkan akibat jangka panjang dari kebijakan yang mereka buat, bukan hanya akibat jangka pendek saja yang dipikirkan. Kalau perlu cabut saja kebijakan tentang cuti bersama ini, karena hanya menimbulkan ketidakadilan, dimana dengan adanya cuti bersama ini saya merasa dirampas hak cuti saya dan saya mau nggak mau dipaksa untuk cuti. Padahal tidak semua orang mempunyai kepentingan cuti yang sama, karena tiap pegawai punya kepentingan masing-masing.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya hanya bisa berdoa, “Ya…Alloh, bukakanlah hati para pemimpin kami!...”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;#curahan hati seorang pegawai yang terampas hak cutinya#&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-5729252674926722963?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/5729252674926722963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/5729252674926722963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2007/10/cuti-bersama-vs-perampasan-hak-cuti.html' title='Cuti Bersama vs Perampasan Hak Cuti Tahunan'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-1575816794700247647</id><published>2007-10-03T08:51:00.000+07:00</published><updated>2007-10-03T08:57:03.194+07:00</updated><title type='text'>Orang Biasa Yang Luar Biasa</title><content type='html'>Biasa diartikan sebagai sediakala (yang sudah-sudah, tidak menyalahi adat, tidak aneh). Orang biasa berarti orang kebanyakan. Dialah manusia yang berperilaku ‘apa adanya’ sesuai dengan tuntutan-Nya dan Rasulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang biasa merupakan orang yang tidak mempersulit dirinya sendiri. Yakni dengan tidak mempergunakan seribu (bahasa) topeng semata-mata dalam hidupnya. Dan percayalah, sesungguhnya orang yang memperbudak dirinya –dengan topeng kehidupan–, maka ia akan diselimuti ketidak puasan hati, ketidak tentraman, kebingungan, ketakutan, dan kesunyian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, keberadaan topeng dalam kehidupan ini tentu masih ‘diperlukan’ bagi orang kebanyakan (baca: orang biasa). Baginya, topeng adalah hanya sebagai sarana untuk menjalankan perintah-Nya dan selalu mendekatkan diri, lagi tidak mempersekutukan-Nya. Singkatnya, ia tidak terpedaya oleh topeng yang digunakannya. Apalagi sampai enggan untuk menanggalkannya. Yang akhirnya, dapat menjauhkan dari predikat jadi orang biasa, karena kepura-puraan (topeng) itu telah memperdayanya. Naudzubillah min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa enaknya, jadi orang biasa. Pribadinya akan terasa senang (pada perasaan lidah, badan dan atau hati); sedap; nyaman dalam setiap menjalankan misi kehidupan di dunia yang fana ini. Dalam hal ini, Allah SWT menjelaskan bahwa Nabi Muhammad saw sendiri adalah manusia biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: “Bahwasannya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasannya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-(Nya), ….” (QS. Fushshilat: 6-8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Berilmu&lt;br /&gt;Orang berilmu berarti orang yang banyak ilmunya; berpengetahuan; pandai. Dengan ilmu, seseorang akan diberi cahaya dalam hidupnya. Ilmu laksana obor dalam kegelapan. Di sinilah, pentingnya ilmu dalam hidup manusia. Sehingga, pantas saja Rasulullah saw bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim laki-laki dan perempuan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku biasa ala orang berilmu, tentu akan berbeda dengan orang yang tak berilmu. Allah berfirman, “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadillah: 11),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al Ghazali dalam Mukhtasar Ihya’ Ulumuddin, mengungkapkan bahwa derajat itu tergantung pada dekat dan jauhnya ilmu itu dari akherat (baca: ilmu agama Islam-Pen). Sebagaimana ilmu-ilmu syar’iyah mengungguli ilmu-ilmu lainnya, ilmu yang berkaitan dengan hakikat hukum-hukum syar’iyah mengungguli ilmu yang berkaitan dengan hukum-hukum dhahir. Orang yang faqih memutuskan berdasarkan dhahirnya, apakah hukumnya sah atau tidak, dan dibalik itu terdapat ilmu untuk mengetahui apakah ibadah diterima atau ditolak. Inilah perilaku biasa ala orang yang berilmu (ilmu-ilmu kesufian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Ahmad bin Yahya berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada suatu hari Asy Syafi’i keluar dari pasar yang menjual lampu-lampu. Kemudian kami mengikutinya. Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang mencela seorang laki-laki ahli ilmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Asy-Syafi’i menoleh kepada kami seraya berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bersihkan pendengaran kalian dari mendengarkan omongan yang keji sebagaimana kalian membersihkan lidahmu dari mengucapkannya, karena pendengar itu bersekutu dengan orang yang mengucapkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh dari itu, biasa ala orang berilmu, maka ia akan memposisikan ilmunya semata-mata hanya dari Allah. Dan semakin banyak mereka menimba ilmu, hati kecilnya akan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maha Besar ilmu Allah itu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini seperti terungkap dalam QS. Al Israa’: 60, “…. Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia ….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, biasa ala orang berilmu, ia tidak akan menjadi sombong, riya dan takabur dengan ilmu yang dimilikinya. Tapi, justru akan berusaha mengamalkan ilmunya dan sebagai sarana berbuat baik kepada sebanyak-banyaknya manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syafi’i berkata, “Seorang bijak menulis surat kepada seorang bijak.” Ia berkata, “Engkau telah diberi ilmu, maka jangan kotori ilmumu dengan kegelapan dosa-dosa sehingga engkau tetap dalam kegelapan disaat ahli ilmu diterangi oleh cahaya ilmu mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara demikian, biasa ala orang berilmu akan membatasi dirinya dalam memberikan informasi dengan cara tidak menyampaikan sesuatu di luar jangkauan akal lawan bicaranya. Hal ini seirama dengan sabda Rasulullah saw,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami –para Nabi—diperintahkan agar memperlakukan manusia sesuai dengan kedudukannya dan berbicara kepada mereka sesuai dengan kemampuan akalnya,” dan “Apabila seseorang itu berbicara dengan orang lain dengan bahan pembicaraan yang berada diluar kemampuan akalnya berarti ia telah menyebarkan fitnah kepada sesamanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa lain, Imam Malik bin Anas mengungkapkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak pantas bagi seseorang alim berbicara tentang sesuatu ilmu di hadapan orang yang tidak mampu memikirkannya, sebab yang demikian itu sama artinya dengan merendahkan dan menghinakan derajat ilmu itu sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang berilmu tidak akan memuji-muji dirinya sendiri, karena apabila seseorang telah memuji-muji dirinya, maka lenyaplah wibawanya. Ilmu itu bukanlah diukur dari banyaknya riwayat yang disampaikan seseorang, tetapi ia merupakan cahaya yang ditempatkan Allah dalam kalbunya. Betapa enaknya, bila kita mampu bersikap biasa ala orang berilmu seperti itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kita berdoa kepada Allah SWT agar selalu dijauhkan dan dilindungi dari setiap tipu muslihat aksesoris dunia (seperti ilmu, harta, jabatan, gelar, dll) yang dapat menyesatkan hidup kita di dunia, lebih-lebih ia dapat menjadi bahan pemberat timbangan keterpurukan hidup kita di akherat kelak. Amin. Wallahu’alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-1575816794700247647?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/1575816794700247647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/1575816794700247647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2007/10/orang-biasa-yang-luar-biasa.html' title='Orang Biasa Yang Luar Biasa'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-6448185870820242666</id><published>2007-10-03T08:07:00.000+07:00</published><updated>2007-10-03T08:17:32.796+07:00</updated><title type='text'>Mudik - Kisah Klasik Setahun Sekali</title><content type='html'>Banyak perjuangan untuk bisa mudik..dari yang cari tiket pulang..nginep di gambir (maklum kita termasuk roker - rombongan kereta)..cari tiket balik pun di bela2in harus antri dari jam 3 pagi....menyedihkan..tapi jg sebuah perjuangan untuk ketemu keluarga di kampung nun jauh di jawa timur..pokoke usaha gawe mudik iku di ikhlaskan saja ..lillahi ta'ala...semoga jg berpahala..:)&lt;br /&gt;Tapi, gara-gara pengumuman pemerintah yang mendadak tentang cuti bersama..hampir-hampir semuanya jadi kacau balau..dari cuti yang udah abis (minus malah)..tapi skrg tinggal nunggu aja gmn jadinya ijin cutinya..kalo nggak di kasih ya tetep aja hrs pulang..kalo perlu bolos sekalian..krn tiket udah ke beli..kalo batalin jelas nggak mungkin, krn udah keluar duit buat bayar tiket..jadi rawe - rawe rantas malang - malang putung..apapun yang terjadi..yang penting tetep..M.U.D.I.K...........sekali mudik tetap mudiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikkkkkkk......I'm coming hoooooooooooooommeeeee.....!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-6448185870820242666?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/6448185870820242666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/6448185870820242666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2007/10/mudik-kisah-klasik-setahun-sekali.html' title='Mudik - Kisah Klasik Setahun Sekali'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-4508992517229209037</id><published>2007-10-01T08:47:00.000+07:00</published><updated>2007-10-03T08:50:44.034+07:00</updated><title type='text'>Syukur Itu Indah</title><content type='html'>''Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.'' (QS Al-Baqarah [2]: 243). Bisa jadi selama ini kita menjalani kehidupan tanpa rasa syukur. Kita merasa semua yang kita dapat sudah selayaknya menjadi hak kita. Karena itu, ketika kita tidak mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, kita menjadi kesal. Mungkin juga kecewa, lalu mencela kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering memusatkan perhatian pada keinginan kita, meski sebenarnya apa yang kita inginkan itu tidak kita butuhkan. Perhatian kita tidak berpusat pada apa yang telah menjadi milik kita. Akibatnya, kita masih merasa kurang dengan apa yang kita miliki saat ini. Selain itu, kita cenderung membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita menganggap orang lain lebih beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita menetapkan syarat yang sangat sulit untuk bisa kita penuhi agar bisa bahagia. Kita akan bahagia kalau mempunyai sesuatu yang dimiliki orang lain. Namun, begitu mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas dan menginginkan yang lebih lagi. Kita tak pernah merasa cukup dengan banyaknya harta yang kita miliki. Bila itu yang terjadi, kita memang belum bersyukur. Nafsu yang bersemayam di dalam hati menjadi berhala, dan justru kita sendiri yang menjadi budaknya. Inilah akar segala ketidakbahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak bersyukur adalah orang yang tidak berterima kasih. Hatinya dikuasai oleh keserakahan sehingga ia tidak peduli, sebanyak apa pun dia memperoleh, dia menjadi semakin serakah. Ketika hanya memperoleh sedikit daripada yang telah ia rencanakan, ia menolak untuk berterima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini, kita tak selalu mendapatkan apa yang kita sukai. Karena itu, kita mesti belajar menyukai apa pun yang kita dapatkan. Kita belajar untuk mewujudkan perasaan syukur. Bersyukur adalah sikap menerima dengan lapang dada, senang, tulus, pasrah, dan berterima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Orang 'kaya' bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tapi orang yang dapat menikmati apa pun yang mereka miliki. Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Dengan bersyukur, perasaan damai dan tenteram akan senantiasa meliputi diri kita. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia. Wallahu a'lam bish-shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-4508992517229209037?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/4508992517229209037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/4508992517229209037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2007/10/syukur-itu-indah.html' title='Syukur Itu Indah'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-9121116731827452441</id><published>2007-09-28T08:57:00.000+07:00</published><updated>2007-10-03T09:00:06.471+07:00</updated><title type='text'>Terima Kasih Ayah - Sebuah Nasihat</title><content type='html'>Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya. "Bagaimana perjalanan kali ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, sangat luar biasa Ayah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin" kata ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh iya" kata anaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?" tanya ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian si anak menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya saksikan bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ke tengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memiliki patio sampai ke halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sang anak menambahkan "Terimakasih Ayah, telah menunjukkan kepada saya betapa miskinnya kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita miliki dan terus memikirkan apa yang tidak kita punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini berdasarkan kepada cara pandang seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat kita bertanya apakah yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Allah SWT sebagai rasa terima kasih kita atas semua yang telah disediakan untuk kita daripada kita terus menerus khawatir untuk meminta lebih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-9121116731827452441?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/9121116731827452441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/9121116731827452441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2007/09/terima-kasih-ayah-sebuah-nasihat.html' title='Terima Kasih Ayah - Sebuah Nasihat'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-7504034218483629560</id><published>2007-09-26T10:03:00.000+07:00</published><updated>2007-10-03T10:05:12.045+07:00</updated><title type='text'>Berpikir Positif</title><content type='html'>"Ambillah dari angin kesegarannya, dari minyak wangi keharumannya. Dan, Ambillah dari gunung ketegarannya." (Dr 'Aidh Al-Qarni) Allah SWT menegaskan manusia terlahir memiliki sifat keluh dan kesah (QS Al Ma'arij [70]: 19-20). Artinya, manusia akan sangat mudah untuk mengeluh, terlebih-lebih jika sedang dilanda kesusahan dan kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluh kesah pada hakikatnya merupakan hasil dramatisasi manusia terhadap permasalahan yang dihadapinya. Tegasnya, manusialah yang membuat segala permasalahan dan menjadikannya sebagai sumber penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr 'Aidh Al-Qarni dalam bukunya menyatakan, segala sesuatu peristiwa atau kejadian apapun selalu ada sisi lain yang dapat kita lihat dan pasti memberikan pelajaran berharga. Sisi lain tersebut adalah sisi kebaikan yang bisa diambil atau berpikir positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir positif artinya meminimalisasi pemikiran-pemikiran atau penyikapan negatif terhadap suatu permasalahan atau kejadian. Berpikir positif berarti mengubah energi keluh kesah menjadi energi motivasi dan kekuatan untuk melakukan perbaikan dan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir positif, pada dasarnya telah diajarkan oleh agama kita sejak berabad-abad yang lalu. Hal ini didasari oleh keterbatasan manusia yang tidak bisa langsung mengetahui hikmah dibalik permasalahan atau kejadian yang dialaminya. Perhatikan firman Allah, "...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al Baqarah [2]: 216).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh sederhana bagi kita dalam mengaplikasikan berpikir positif adalah melalui bencana banjir yang merendam ibukota. Banjir, jika disikapi dengan bencana dan kehilangan/kerusakan harta benda, maka ini akan menjadi beban mental dan pikiran yang sangat hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, bagi orang-orang yang berpikir positif, banjir paling tidak memberikan tiga nilai kebaikan yang bisa diambil. Pertama, banjir mengajarkan kita untuk lebih peduli terhadap sesama. Jika selama ini kita jarang berkomunikasi dan berkumpul bersama tetangga, banjir menyatukan semuanya dalam pengungsian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, banjir mengajarkan kita untuk lebih peduli dengan lingkungan kita. Ketiga, banjir tidak hanya menggenangi rumah-rumah kumuh dan kecil, tetapi menggenangi pula rumah-rumah mewah dan besar. Ini mengajarkan kita semua harus dapat berlaku adil. Adil tidak hanya dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Tetapi, yang lebih utama adalah adil dalam menegakkan hukum. Janganlah pedagang kecil dan rakyat dikejar-kejar dengan pentungan, sedangkan pengusaha besar dan koruptor disambut dengan 'karpet merah'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, kita berusaha untuk selalu berpikir positif agar hidup ini tidak menjadi beban, melainkan menjadi kebahagiaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-7504034218483629560?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/7504034218483629560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/7504034218483629560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2007/09/berpikir-positif.html' title='Berpikir Positif'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-4486245448055929048</id><published>2007-09-03T09:00:00.000+07:00</published><updated>2007-08-31T15:34:38.034+07:00</updated><title type='text'>'Met Ultah Pernikahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RtfSefQmflI/AAAAAAAAAC8/Zr87QIUfBb4/s1600-h/Ultah+Pernikahan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RtfSefQmflI/AAAAAAAAAC8/Zr87QIUfBb4/s400/Ultah+Pernikahan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5104780123876785746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-4486245448055929048?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/4486245448055929048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/4486245448055929048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2007/09/met-ultah-pernikahan.html' title='&apos;Met Ultah Pernikahan'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RtfSefQmflI/AAAAAAAAAC8/Zr87QIUfBb4/s72-c/Ultah+Pernikahan.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-3543656127932101637</id><published>2007-04-22T15:27:00.000+07:00</published><updated>2007-05-24T13:21:12.156+07:00</updated><title type='text'>Selamat Ulang Tahun Ayah......</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RkA0IhjEsEI/AAAAAAAAACM/GBKGvBuS0Lw/s1600-h/red_rose_cesar_chavez_01_ul.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RkA0IhjEsEI/AAAAAAAAACM/GBKGvBuS0Lw/s400/red_rose_cesar_chavez_01_ul.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5062103302213513282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-3543656127932101637?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/3543656127932101637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/3543656127932101637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2007/05/bday-card.html' title='Selamat Ulang Tahun Ayah......'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RkA0IhjEsEI/AAAAAAAAACM/GBKGvBuS0Lw/s72-c/red_rose_cesar_chavez_01_ul.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-5581912171039694340</id><published>2007-01-21T09:27:00.000+07:00</published><updated>2007-05-08T09:30:18.351+07:00</updated><title type='text'>MRT MAP - Singapore</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rj_gaBjEsCI/AAAAAAAAAB8/rVIPFUw44xM/s1600-h/MRT-MAP.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rj_gaBjEsCI/AAAAAAAAAB8/rVIPFUw44xM/s400/MRT-MAP.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5062011243884490786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-5581912171039694340?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/5581912171039694340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/5581912171039694340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2007/01/mrt-map-singapore.html' title='MRT MAP - Singapore'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rj_gaBjEsCI/AAAAAAAAAB8/rVIPFUw44xM/s72-c/MRT-MAP.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-2915005614090681288</id><published>2007-01-20T13:15:00.000+07:00</published><updated>2007-11-26T10:30:14.497+07:00</updated><title type='text'>Peserta Training - Asia Pacific Region</title><content type='html'>&lt;iframe align="center" src="http://www.flickr.com/slideShow/index.gne?user_id=21216426@N05&amp;tags=Training2007&amp;" frameBorder="0" width="400" scrolling="no" height="400"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-2915005614090681288?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/2915005614090681288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/2915005614090681288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2007/05/peserta-training.html' title='Peserta Training - Asia Pacific Region'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-4096291549138672015</id><published>2007-01-19T15:58:00.000+07:00</published><updated>2007-11-26T10:40:28.683+07:00</updated><title type='text'>Bugis - Citihall - Merlion - Esplanade</title><content type='html'>&lt;iframe align="center" src="http://www.flickr.com/slideShow/index.gne?user_id=21216426@N05&amp;tags=Jalan2007&amp;" frameBorder="0" width="400" scrolling="no" height="400"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-4096291549138672015?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/4096291549138672015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/4096291549138672015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2007/05/bugis-citihall-merlion-esplanade.html' title='Bugis - Citihall - Merlion - Esplanade'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-7118063775128928614</id><published>2007-01-18T15:51:00.000+07:00</published><updated>2007-05-24T13:53:21.438+07:00</updated><title type='text'>Orchard Road part 2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rj7pixjEr5I/AAAAAAAAAA0/neY3cjb79GM/s1600-h/Orchard-ISETAN1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rj7pixjEr5I/AAAAAAAAAA0/neY3cjb79GM/s400/Orchard-ISETAN1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5061739814836285330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini part beneran ke orchard road...kalo yg ini bener-bener niat mau jalan-jalan..soalnya ada pesenan dari istri tersayang juga ( pokoknya jalan-jalannya demi istri dech ) ... di orchard begitu datang udah di sambut dengan hujan deras banget..untungnya orchard tempat kumpulnya mall..jadi ya sambil nunggu ujan bisa masuk mall nya...target mall yg mau di kunjungi TAKASHIMAYA ama FORUM PLAZA....di takashimaya mau cari coklat buat istri dan di forum plaza nya mau cari mainan buat Falih anak kami tercinta....tapi mall yg lain jg mampir walaupun cuma sekedar numpang lewat aja...Singapore Plaza,Centre Point,Tank,Lucky Plaza,FarEast Plaza,NgeeAngCity,Paragon,Orchard Places,Wisma Atria-ISETAN,dll...cape deeeech kelilingnya...abisnya banyaaaaaaaak banget mallnya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-7118063775128928614?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/7118063775128928614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/7118063775128928614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2007/05/orchard-road-part-2.html' title='Orchard Road part 2'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rj7pixjEr5I/AAAAAAAAAA0/neY3cjb79GM/s72-c/Orchard-ISETAN1.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-8515556728257168370</id><published>2007-01-17T14:50:00.000+07:00</published><updated>2007-05-07T15:14:28.122+07:00</updated><title type='text'>Orchard Road part 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rj7bXRjEr1I/AAAAAAAAAAU/nhXJTdyVf5Q/s1600-h/Orchard_Road_street_sign_-_Singapore_%28gabbe%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rj7bXRjEr1I/AAAAAAAAAAU/nhXJTdyVf5Q/s400/Orchard_Road_street_sign_-_Singapore_%28gabbe%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5061724224105000786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari ini abis training tujuannya adalah ke orchard road..karena blom tau jalan ya terpaksa nanya trainernya...akhir cerita pokoknya nyampe dech di orchard...hehehehe...sampe di orchard yg di lakuin adalah mensurvey jalannya..jadi sepanjang sore itu menyusuri jalan orchard aja...hehehehe...nggak modal banget ya..dari ujung ke ujung jalan kaki..waah....pokoknya capek banget dech..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-8515556728257168370?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/8515556728257168370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/8515556728257168370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2007/05/next-destination.html' title='Orchard Road part 1'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rj7bXRjEr1I/AAAAAAAAAAU/nhXJTdyVf5Q/s72-c/Orchard_Road_street_sign_-_Singapore_%28gabbe%29.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-2266001472732830387</id><published>2007-01-16T14:59:00.000+07:00</published><updated>2007-05-07T15:16:05.432+07:00</updated><title type='text'>Mustafa Centre</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rj7feBjEr4I/AAAAAAAAAAs/LHoYwrkc4e0/s1600-h/Bugis-MRT+station.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rj7feBjEr4I/AAAAAAAAAAs/LHoYwrkc4e0/s400/Bugis-MRT+station.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5061728738115628930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rj7eehjEr3I/AAAAAAAAAAk/NchePug5StA/s1600-h/MustafaCentre.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rj7eehjEr3I/AAAAAAAAAAk/NchePug5StA/s400/MustafaCentre.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5061727647193935730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Naaah..ini yang di bilang ama istriku...jgn lupa mampir ke Mustafa Centre...ya udah akhirnya terpenuhi juga tuch ....ke mustafa centre naik MRT..subwaynya singapoore dari Bugis station sampe Citi Hall station ganti ke arah Dhoby Ghaut station..baru dech menuju ke Ferrer Park station...ribet banget ya kalo baca rutenya...padahal di sana itu naik MRT enak banget..nggak spt di JKT yang naik KRLnya telat mulu..udah gitu kadang penuh..apalagi kalo ekonomi..waah..bisa jadi peyek kitanya...MRT singapore bersiiiiih...cepeeeet..tepat waktu...dan nyamaaaaan.....udah setelah itu ya liat2 aja di Mustafa Centre....waktu mau balik ke hotel ke inget kalo bawa peta..akhirnya dengan panduan peta coba aja jalan kaki ke hotel...coba tebak..berapa lama jalan kaki..cuma 15 menit....tau gitu dari awalnya jalan kaki aja dari hotel daripada naik MRT  ganti2 gitu...hehehehe...selama jalan kaki bisa liat2 jalan...ada jalan namanya Baboo Lane...itu katanya banyak orang-orang dari indonesia di daerah sekitar situ....trus nemuin pasar barang bekas juga...eh..disitu ada org ngomong juga pake bahasa jawa...hehehehehe..ternyata...singapore nggak begitu jauh dari jawa yaa.......:)&lt;br /&gt;Malamnya sempat jalan juga ke Bugis Village dan sekitarnya sekalian cari makan malam...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-2266001472732830387?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/2266001472732830387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/2266001472732830387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2007/01/mustafa-centre.html' title='Mustafa Centre'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rj7feBjEr4I/AAAAAAAAAAs/LHoYwrkc4e0/s72-c/Bugis-MRT+station.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-3793070162387885481</id><published>2007-01-16T14:40:00.000+07:00</published><updated>2007-05-07T15:11:00.554+07:00</updated><title type='text'>Singapore......</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rj7cLxjEr2I/AAAAAAAAAAc/1oLryvcpMPc/s1600-h/Changi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rj7cLxjEr2I/AAAAAAAAAAc/1oLryvcpMPc/s400/Changi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5061725126048132962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama di Singapore....&lt;br /&gt;Dari bandara Changi langsung menuju ke hotel buat check-in dan ikut training...soalnya datangnya udah telat nich..hrs buru-buru...sekalian kasih kabar ke istri tersayang kalo udah nyampe Singapore..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-3793070162387885481?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/3793070162387885481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/3793070162387885481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2007/05/singapore.html' title='Singapore......'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/Rj7cLxjEr2I/AAAAAAAAAAc/1oLryvcpMPc/s72-c/Changi.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-116130643985572535</id><published>2006-10-24T08:04:00.000+07:00</published><updated>2006-10-30T14:38:05.553+07:00</updated><title type='text'>Selamat Idul Fitri 1427 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Kartu%20Lebaran%20Keluarga.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/400/Kartu%20Lebaran%20Keluarga.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-116130643985572535?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/116130643985572535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/116130643985572535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2006/10/selamat-idul-fitri-1427-h.html' title='Selamat Idul Fitri 1427 H'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-116131127196936293</id><published>2006-10-19T09:23:00.000+07:00</published><updated>2006-10-20T09:27:51.980+07:00</updated><title type='text'>Sepucuk surat dari seorang ayah</title><content type='html'>Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kulanjutkan, bacalah surat ini sebagai surat seorang ayah kepada anaknya yang sesungguhnya bukan miliknya, melainkan milik Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak, menjadi ayah itu mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog seorang ayah dengan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, ketahuilah Nak, menjadi ayah itu berat dan sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu disisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku terhadapmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling aku banggakan di depan siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dihadapan Allah SWT, ketika aku duduk berduaan berhadapan dengan Nya, hingga saat usia senja ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan ibumu. Sebagai bukti,bahwa aku dan ibumu tak lagi terpisahkan oleh apapun jua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata: "TIDAK", timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya.Engkau bukan milikku, atau milik ibumu Nak. Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta ibumu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau adalah milik Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya aku dan siapa engkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam waktu panjang di malam-malam sepi, kusesali kesalahanku itu sepenuh -penuh air mata dihadapan Allah SWT. Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu Nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan pemilikmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan segala sesuatu karena Nya,bukan karena kau dan ibumu. Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar engkau dikagumi dan dicintai Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah usaha terberatku Nak, karena artinya aku harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat dengan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Allah SWT. Agar perjalananmu mendekati Nya tak lagi terlalu sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku cuma menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar dapat kau rasakan perjalanan rohaniah yang sebenarnya.Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita memang tak bolehberhenti. Perjalanan mengenal Allah SWT tak kenal letih dan berhenti, Nak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku tiap kali memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan di hadapan Allah SWT, dan kudapati jarak kuamat jauh dari Nya, aku akan ikhlas. Karena seperti itulah aku di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kalau boleh aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayah yang senantiasa merindukanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Dikutip dari berbagai mailinglist --&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-116131127196936293?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/116131127196936293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/116131127196936293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2006/10/sepucuk-surat-dari-seorang-ayah.html' title='Sepucuk surat dari seorang ayah'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-116219342151211601</id><published>2006-09-03T01:00:00.000+07:00</published><updated>2006-10-30T14:36:43.150+07:00</updated><title type='text'>Ulang Tahun Pernikahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Xartoe%20Anniversary.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/400/Xartoe%20Anniversary.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Xartoe%20Anniversary.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-116219342151211601?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/116219342151211601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/116219342151211601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2006/09/ulang-tahun-pernikahan.html' title='Ulang Tahun Pernikahan'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-5392174110000038422</id><published>2006-07-08T10:36:00.000+07:00</published><updated>2007-05-25T11:07:37.323+07:00</updated><title type='text'>Liburan ke Ancol</title><content type='html'>Liburan sekolah kemarin kita bertiga (ayah, bunda, falih) + mbak Elly &amp; mbak Rida (adiknya ayah)jalan-jalan ke Dufan. Kita berlima naik kereta wisata dari Depok-Ancol pp. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RlZbaglt4HI/AAAAAAAAACU/9Jwr6Yki5u8/s1600-h/Ancol2+copy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RlZbaglt4HI/AAAAAAAAACU/9Jwr6Yki5u8/s400/Ancol2+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068338941634928754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan, Falih seneng banget. Nyanyi-nyanyi.....naik kereta api tuut..tuuut...tuuuuuut....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas udah nyampe Dufan, ramenya bukan main. Maklum, lagi pada liburan sekolah. Dimana-mana, antriannya panjaaanng banget. Dari mulai pintu masuk Dufan sampe ke tempat mainan-mainannya. Akhirnya kita putuskan untuk naik bianglala, walaupun harus rela antri sampai setengah jam lebih....bener-bener deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RlZeEQlt4II/AAAAAAAAACc/mBwCQUfIPtI/s1600-h/PICT0232resize.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RlZeEQlt4II/AAAAAAAAACc/mBwCQUfIPtI/s400/PICT0232resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068341857917722754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Itu dia bianglalanya.....&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RlZeEglt4JI/AAAAAAAAACk/cEUZm5xQWeg/s1600-h/PICT0237resize.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RlZeEglt4JI/AAAAAAAAACk/cEUZm5xQWeg/s400/PICT0237resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068341862212690066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bunda Falih naik bianglala. Falih bener-bener gak punya rasa takut sedikitpun pas sampe di posisi paling tinggi. Padahal bunda udah gemetaran, keluar keringat dingin, pegangan sekenceng-kencengnya...Hebat emang Falih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RlZfbAlt4KI/AAAAAAAAACs/g0R5aFS-vKo/s1600-h/Ancol+Falih+copy.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RlZfbAlt4KI/AAAAAAAAACs/g0R5aFS-vKo/s400/Ancol+Falih+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068343348271374498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Falih lari-larian ke sana kemari....nggak mau diem...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari Ancol sekitar jam 5 sore. Sampe di rumah pada tepar semua...kecapekan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-5392174110000038422?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/5392174110000038422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/5392174110000038422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2007/05/liburan-ke-ancol.html' title='Liburan ke Ancol'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_-djpZRVwzFk/RlZbaglt4HI/AAAAAAAAACU/9Jwr6Yki5u8/s72-c/Ancol2+copy.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-114196219216014464</id><published>2006-03-09T10:39:00.000+07:00</published><updated>2006-10-19T10:03:39.463+07:00</updated><title type='text'>Gusti Allah Ora Sare</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Terkadang kita tidak menyadari bahwa yang terlihat remeh mempunyai efek yang besar di hati...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;kita tidak bisa melihat sesuatu dari satu sisi saja, karena akan banyak rencanaNya yang akan terjadi dalam hidup kita... "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Malam telah larut saat saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;meninggalkan kantor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Telah lewat pukul 11 malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;selarut ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ah, hari yang menjemukan saat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Terlebih, setelah beberapa saat berjalan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;warna langit tampak memerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Badan yang lelah ditambah dengan "acara" kehujanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setengah berlari saya mencari tempat berlindung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Untunglah, penjual nasi goreng yang mangkal di pojok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;jalan, mempunyai tenda sederhana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lumayan, pikir saya. Segera saya berteduh, menjumpai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;bapak penjual yang sendirian ditemani rokok dan lampu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;petromak yang masih menyala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dia menyilahkan saya duduk. "Disini saja dik, daripada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;kehujanan...," begitu katanya saat saya meminta ijin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;berteduh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Benar saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dalam kesunyian yang pekat. Karena merasa tak nyaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;atas kebaikan bapak penjual dan tendanya, saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;berkata, "tolong bikin mie goreng pak, di makan disini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;saja."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;apinya. Dia tampak sibuk. Bumbu dan penggorengan pun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;telah siap untuk di racik. Tampaklah pertunjukkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sebentar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;segenap bumbu. Segera saja, mie goreng yang mengepul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;telah terhidang. Keadaan yang semula canggung mulai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;hilang. Basa-basi saya bertanya, "Wah hujannya tambah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;deras nih, orang-orang makin jarang yang keluar ya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pak?" Bapak itu menoleh kearah saya, dan berkata, "Iya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dik, jadi sepi nih dagangan saya.." katanya sambil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;menghisap rokok dalam-dalam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;kata saya, "Wah, rezekinya jadi berkurang dong ya?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Duh. Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja tak banyak yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;membeli kalau hujan begini. Tentu, pertanyaan itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;hanya akan membuat Bapak itu tambah sedih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun, agaknya saya keliru...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Gusti Allah, ora sare dik, (Allah itu tidak pernah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;istirahat), begitu katanya. "Rezeki saya ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dimana-mana. Saya malah senang kalau hujan begini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Istri sama anak saya di kampung pasti dapat air buat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sawah. Yah, walaupun nggak lebar, tapi lumayan lah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;tanahnya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bapak itu melanjutkan, "Anak saya yang disini pasti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;bisa ngojek payung kalau besok masih hujan.....".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Degh. Dduh, hati saya tergetar. Bapak itu benar,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Gusti Allah ora sare". Allah Memang Maha Kuasa, yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya rupanya telah keliru memaknai hidup. Filsafat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;hidup yang saya punya, tampak tak ada artinya di depan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;perkataan sederhana itu. Maknanya terlampau dalam,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;membuat saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;saya di hadapan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;adalah petaka bagi banyak hal. Saya selalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa materi,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dan hal nyata yang bisa digenggam dan dirasakan. Dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;saya juga berpendapat, bahwa saat ada ujian yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;menimpa, maka itu artinya saya cuma harus bersabar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;namun rintiknya bisa menjadi anugerah bagi setiap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;petani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Derasnya juga adalah berkah bagi sawah-sawah yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa menjadi petaka,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;namun derai itu pula yang menjadi harapan bagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sebagian orang yang mengojek payung, atau mendorong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;mobil yang mogok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hmm...saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;goreng itu. Beribu pikiran tampak seperti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;lintasan-lintasan cahaya yang bergerak dibenak saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Ya Allah, Engkau Memang Tak Pernah Beristirahat"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Untunglah,hujan telah reda, dan sayapun telah selesai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;makan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam perjalanan pulang, hanya kata itu yang teringat,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Gusti Allah Ora Sare..... Gusti Allah Ora Sare.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;ada di depan saya. Allah memang selalu punya banyak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;rahasia, dan mengingatkan kita dengan cara yang tak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;terduga. Selalu saja, Dia memberikan Cinta kepada saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;lewat hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;membuat saya menjadi semakin banyak belajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dulu, saya berharap, bisa melewati tahun ini dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;hal-hal besar, dengan sesuatu yang istimewa. Saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sering berharap, saat saya bertambah usia, harus ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;hal besar yang saya lampaui. Seperti tahun sebelumnya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;saya ingin ada hal yang menakjubkan saya lakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun, rupanya tahun ini Allah punya rencana lain buat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;saya. Dalam setiap doa saya, sering terucap agar saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;selalu dapat belajar dan memaknai hikmah kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dan kali ini Allah pun tetap memberikan saya yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;terbaik. Saya tetap belajar, dan terus belajar,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;walaupun bukan dengan hal-hal besar dan istimewa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Aku berdoa agar diberikan kekuatan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun, Allah memberikanku cobaan agar aku kuat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;menghadapinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun, Allah memberikanku masalah agar aku mampu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;memecahkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Aku berdoa agar diberikan kecerdasan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun, Allah memberikanku otak dan pikiran agar aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dapat belajar dari-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Aku berdoa agar diberikan keberanian...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun, Allah memberikanku persoalan agar aku mampu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;menghadapinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun, Allah memberikanku orang-orang yang luka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;hatinya agar aku dapat berbagi dengannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun, Allah memberikanku pintu kesempatan agar aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dapat memanfaatkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Subhanallah...Alhamdulillah...Lailaaha Illallah...Allahu Akbar...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-114196219216014464?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/114196219216014464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/114196219216014464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2006/03/gusti-allah-ora-sare.html' title='Gusti Allah Ora Sare'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-114179473765671693</id><published>2006-03-08T11:55:00.000+07:00</published><updated>2006-10-20T08:21:02.676+07:00</updated><title type='text'>Puisi "Bukan" Poligami</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Suatu hari aku dapat email dari istriku yang isinya .....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Puisi Poligami &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Istriku... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jika engkau bumi, akulah mentari &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Aku menyinari kamu, kamu mengharapkan aku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  Ingatlah bahtera yang kita kayuh... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  mentari menyinari bumi, ah silau... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  tapi, aku ingat satu hal, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  bahwa bukan hanya bumi yang disinari mentari. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  jadi relakanlah aku menyinari planet lain &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  menebar sinarku, menyampaikan faedah adanya aku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  Karena itu sudah kodrati  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Lalu aku reply aja dengan puisi dibawah ini .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Puisi "Bukan" Poligami     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku...&lt;br /&gt;jika engkau bulan, akulah bumi&lt;br /&gt;kamu sinari aku , di kala malam tlah menanti&lt;br /&gt;Ingatlah bahtera yang kita kayuh...&lt;br /&gt;harus selalu kita jaga utuh&lt;br /&gt;dan, aku ingat satu hal,&lt;br /&gt;bahwa hanya bumi lah yang disinari bulan&lt;br /&gt;jadi janganlah kamu berpikir yang bukan-bukan&lt;br /&gt;karena bumi selalu merindukan bulan,&lt;br /&gt;'tuk berbagi hati yang tidak akan terduakan&lt;br /&gt;Itu merupakan janji yang hakiki&lt;br /&gt;dari seorang suami yang sangat sayang istri&lt;br /&gt;Demi hidup yang di berkahi Ilahi&lt;br /&gt;jadi nggak perlu adanya istilah poligami.&lt;br /&gt;CUKUP SATU ISTRI SAMPAI AKHIR DUNIAWI&lt;br /&gt;yaitu ANIS DWI FITRIYANI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yours,&lt;br /&gt;Soeamimoe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-114179473765671693?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/114179473765671693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/114179473765671693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2006/03/puisi-bukan-poligami.html' title='Puisi &quot;Bukan&quot; Poligami'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23639102.post-116123361279947352</id><published>2006-03-08T11:48:00.000+07:00</published><updated>2006-10-30T15:26:48.016+07:00</updated><title type='text'>Keluarga Arif Anis Falih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/KeluargaKecil.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/400/KeluargaKecil.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kami adalah keluarga kecil dengan 3 orang anggota keluarga : Ayah Arif, Bunda Anis dan anak kami Falih.&lt;br /&gt;Falih adalah buah hati kami yang lahir di bulan ke-11 pernikahan kami, tepatnya tanggal 1 Juli 2002 (pas di hari Bayangkara) kurang lebih jam 3 sore hari.&lt;br /&gt;Saat ini Falih telah menginjak usia 4 tahun. Ia tumbuh menjadi anak yang pinter, lucu dan menggemaskan.&lt;br /&gt;Itulah sekilas tentang kelurga kecil Arif-Anis-Falih........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23639102-116123361279947352?l=arifanis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/116123361279947352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23639102/posts/default/116123361279947352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifanis.blogspot.com/2006/03/keluarga-arif-anis-falih.html' title='Keluarga Arif Anis Falih'/><author><name>Arif &amp;amp; Anis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5810/2432/1600/Keluargaku.jpg'/></author></entry></feed>
